Apakah Belajar Musik Hanya Dari Alat Musik Saja??

KelasMusik.ComBelajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara – cara berperilaku sebagai hasil pengalaman individu dan interaksinya dengan lingkungan. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan dan melalui suatu proses.

Proses perubahan di dalam keperibadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkahlaku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir dan kemampuan – kemampuan yang lain.

Belajar dapat kita lakukan dimana saja dan kapanpun, dan tidak ada batasan usia untuk belajar. Begitu juga halnya dengan belajar musik bisa dilakukan di sekolah, di alam, di tempat les yang terpenting adalah kemauan , tekad, komitmen, keseriusan dan keyakinan.

  1. Belajar musik dari suara dan irama benda-benda sekitar

Tentunya setiap orang memiliki pengalaman sehari-hari mendengar suara dari alat-alat yang menghasilkan suara pada saat beraktivitas. Misalnya bunyi clak sound kenderaan, dentingan piring dan sendok, desiran air, hembusan angin, kicauan burung. Dari suara yang kita dengar dapat kita ciptakan sebuah nada yang indah dengan susunan not dan irama.

Seperti sebuah cerita pengalaman bernama Evan Taylor (Freddie Highmore) yang bisa bertemu kembali dengan keluarganya setelah beberapa tahun terpisah. Kisah ini diangkat dari judul film Augus Rush tahun 2007. Film ini juga masuk nominasi di beberapa ajang penghargaan.  August Rush mengisahkan tentang seorang anak bernama Evan Taylor yang suka sekali mendengarkan irama musik dari bunyi benda-benda yang ada di sekelilingnya.

Dari angin, udara, cahaya, suara dari bola basket ke lantai, bahkan hingar bingar kota mampu menghasilkan suara musik ke telinga dan jiwanya. Musik bertumbuh dalam dirinya. Ia percaya pada musik seperti halnya orang-orang percaya pada dongeng. Ia juga percaya bahwa dengan musik, orangtuanya bisa menemukannya. Tak peduli teman-teman satu kamarnya mengejeknyanya dan menyebutnya aneh, bahkan ketika salah satu keluarga ingin mengadopsinya, Evan tetap yakin ia akan bertemu dengan keluarga yang sebenarnya.

  1. Belajar musik perbanyak mendengar

Menciptakan sebuah musik yang indah dan asik untuk didengar tentu tidak mudah. Tetapi cobalah memulainya dengan lebih sering mendengarkan musik-musik yang anda sukai supaya telinga lebih peka dengan suara. Dengarkan berbagai macam jenis genre musik tujuannya supaya lebih memahami makna dari musik itu.

Musik adalah salah satu jenis audio dari suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, nada, dan keharmonisan menjadi  suatu bentuk seni untuk bisa menikmatinya kita harus mau mendengarnya.

Berlatih musik sama halnya dengan berlatih mendengarkan. Entah itu latihan mendengar nada, not, hingga saran dan kritik dari penampilan-penampilanmu. Bahkan seorang musisi yang hebat sekalipun perlu mendengar dengan baik agar dia tetap bisa hebat.

Setiap aktivitas yang kita lakukan baik di dalam ruangan dan di luar ruangan memiliki makna tersendiri di dalam hati. Mendengar masukan dari teman dan sahabat juga menjadi suatu motivasi dan ilmu bermakna untuk belajar lebih baik.

Apa yang kamu dengar dan rasakan dari hal-hal yang baru kamu temui boleh dibuat menjadi suatu karya yang manis melalui musik sederhana dan akan menjadi suatu hasil yang sangat bermakna. Apapun yang menjadi impian, dan harapanmu , yakinilah dengan sepenuhnya bahwa setiap hasil tidak akan berkhianat dengan proses.

Belajar musik pun tidak mengenal usia. Kelas Musik merupakan solusi bagi mereka yang ingin belajar musik dan mewujudkan harapan dalam bermain musik. Kelas Musik – karena musik bisa dipelajari.

(artikel oleh Evelyn Sagala – Kelas Musik)

Share this article!

Speak Your Mind

*