Mengenal Apa Sajakah Alat Musik Yang Paling Cocok Dipelajari Pemula

KelasMusik.Com – Mempelajari alat musik merupakan salah satu hal yang menarik untuk dicoba, terlebih bagi pemula yang sebelumnya belum mengetahui bahkan belum pernah mencobanya. Bermain alat musik juga merupakan salah satu cara yang banyak dicoba untuk mengisi waktu luang dan menghilangkan penat serta kejenuhan, khususnya bagi mereka musisi atau orang-orang yang sudah ahli dalam alat musik tertentu, mengingat musik merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan.

Selain itu, penelitian juga telah mengungkap bahwa bermain musik mampu meningkatkan semangat, sehingga Anda bisa lebih produktif dan maskimal dalam bertindak, baik untuk ahli ataupun pemula. Lantas apa sajakah alat musik yang paling cocok dipelajari pemul.

Mungkin Anda akan bertanya-tanya ketika mendengar kalimat ini mengingat bermain alat musik tak semudah apa yang kita lihat dan kita bayangkan. Meski demikian, bagi Anda pemula dalam bermain alat musik terdapat beberapa pilihan alat-alat yang bisa dicoba dengan mudah. Berikut ialah jawaban dari pertanyaan apa sajakah alat musik yang paling cocok dipelajari pemula berikut beberapa contohnya:

  1. Pianika

Alat musik ini sangat familiar dengan anak-anak, group drumb band dan sejenisnya. Hal ini disebabkan karena mayoritas pelajaran dan pengenalan tentang alat musik saat masih kanak-kanak ialah menggunakan alat ini. Selain cukup mudah dimainkan, ukuran dan beratnya juga cocok untuk anak-anak sehingga tidak heran ketika kebanyakan orang bisa memainkan alat musik ini. Sedangkan cara memainkannya juga mudah, Anda cukup meniup dan menekan tombol not yang ada. Biasanya not yang tersedia juga berupa angka, sehingga lebih mudah dipahami dan tidak perlu dikonversi.

  1. Gitar

Tingkat mahir atau tidaknya seseorang dalam memainkan gitar terletak dalam penguasaan kunci-kunci dasarnya. Sehingga, langkah awal yang harus ditempuh untuk bermain gitar ialah menguasai dan menghafal kunci dasarnya. Hal ini cukup mudah untuk Anda lakukan, mengingat banyak orang yang bisa memainkan alat musik ini sehingga Anda bisa belajar dengannya. Bahkan, saat banyak terdapat video tutorial yang menyajikan mengenai cara mudah belajar gitar bagi pemula. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir karena alat musik ini juga mudah didapatkan dengan harga yang cukup terjangkau.

  1. Ukulele

Alat musik ini hampir sama dengan gitar, sama-sama merupakan alat musik petik dengan sedikit perbedaan saja. Alat musik ini berasal dari Hawai yang hanya mempunyai 4 senar terbuat dari nylon, sedangkan gitar mempunyai 6 senar dari kawat. Mudahnya mempelajari alat musik ini bagi pemula ialah kunci-kuncinya yang cukup mudah dihafalkan dibandingkat gitar, sedangkan ukuran dan senarnya juga lebih kecil. Adapun jenis ukulele soprano merupakan alat yang tepat dimainkan bagi pemula, setelah itu Anda bisa memainkan concerto ataupun tenor ketika sudah mahir dalam memainkannya.

  1. Keyboard

Alat musik ini hampir sama dengan piano, melainkan terdapat beberapa perbedaan yakni settingan beberapa tombol otomatis yang bisa menghasilkan program nada. Sedangkan pilihan not yang tersedia juga biasanya berupa angka, sehingga akan lebih mudah difahami dan dihafal bagi pemain pemula.

  1. Harmonika

Alat musik ini merupakan jenis alat musik tiup yang kecil dan mudah dibawa kemanapun Anda pergi. Selain itu, cara memainkannya juga cukup mudah karena tidak perlu banyak waktu untuk berlatih memainkan alat kecil ini. Adapun bebwrapa jenis harmonika yang cocok bagi pemula ialah dianotik harp, chromatic harp dan chord harp.

Kelima alat musik di atas merupakan jawaban dari pertanyaan mengenai apa sajakah alat musik yang paling cocok dipelajari pemula. Dengan demikian, Anda bisa mencoba kelima contoh alat musik tersebut.

 

 

 

Mengetahui Tips Olah Vokal Untuk Suara Vibra/Vibrato

KelasMusik.Com – Vibrato merupakan efek vibrasi berupa suara pendek dan cepat dalam nada vokal atau instrumental. Hal ini tentunya sudah tidak asing lagi dalam dunia olah vokal dan penyanyi karena sebelum ditemukannya mikrofon serta pengeras suara, maka olah vokal inilah yang digunakan penyanyi untuk memperoleh suara yang maksimal tanpa mengganggu pita suara. Sehingga, tips olah vokal untuk suara vibra/vibrato sejak dulu sudah banyak dilakukan.

Sedangkan saat ini, vibrato menjadikan suara terdengar menjadi lebih merdu. Oleh sebab itu, agar dapat bernyanyi dengan vibrato, maka perlu diperhatikan cara olah vokal yang tepat agar suara bisa terdengar merdu tanpa memberatkan pita suara. Adapun beberapa tips olah vokal untuk suara vibra/vibrato ialah sebagai berikut:

  • Membuka mulut dengan lebar

Buka mulut lebar-lebar, lalu lebarkan bagian belakang tenggorokan semampunya akan tetapi  lebih baik diusahakan semaksimal mungkin agar tampak seperti orang sedang menguap. Hal ini dilakukan untuk melatih kekuatan organ mulut bagian belakang agar saat menyanyi kelak tidak sakit akibat ketegangan otot. Di samping sebagai latihan awal, posisi tenggorokan tertutup juga tidak bisa menghasilkan suara yang merdu, sehingga alangkah baiknya saat bernyanyi posisi tenggorokan harus terbuka lebar.

  • Bagian-bagian otot tubuh perlu rileks

Tidak hanya otot bagian mulut yang perlu rileks dan direnggangkan, melainkan juga seluruh otot yang ada dalam tubuh. Hal ini dikarenakan vibrato tidak akan muncul ketika tubuh dan otot kita tegang, selain itu laring (saluran pernapasan) juga tidak bisa bergerak ke depan dan belakang ketika tubuh tegang. Oleh sebab itu, sebelum mulai menyanyi dengan vibrato alangkah baiknya melakukan rileksasi tubuh, guna meregangkan otot-otot agar tidak tegang dan Anda bisa bernyanyi dengan rileks.

  •  Posisi bernyanyi yang tepat

Pertahankan posisi bernyanyi yang benar guna mempertahankan vibrato suara yang dihasilkan. Misalnya posisi duduk atau berdiri dengan tegak. Adapun beberapa acuan yang bisa Anda coba ketika Anda bernyanyi dengan berdiri, pastikan kepala, leher dan punggung dalam satu garis lurus. Kemudian majukan minimal satu langkah kaki ke depan dan bisa disertai dengan gerakan tangan.

Sedangkan ketika Anda memilih bernyanyi dengan posisi duduk, maka duduklah dengan tegap dan hadapkan badan ke depan serta jangan sekali-kali menunduk atau melihat ke bawah dalam waktu yang lama.

  • Ambil pernafasan

Cobalah ambil nafas secara tenang dan teratur, jangan sekali Anda mengambil nafas terpotong-potong dan pendek. Sehingga, tariklah nafas sebanyak mungkin dengan keadaan yang tenang, rileks dan jangan terburu-buru agar tercipta nafas yang panjang dan konsisten. Hal inilah yang nantinya akan memunculkan kualitas vibrato yang baik, terlebih jika diimbangi dengan pengaktifan otot perut yang dapat menyangga diafragma.

  • Tarik nafas

Setelah membuka mulut lebar-lebar dan menarik napas panjang, maka berlatihlah menyanyi menggunakan diafragma. Alirkan udara melalui mulut sedikit demi sedikit secara perlahan. Selain itu fokus Anda saat benyanyi terletak pada perut, bukan lagi dada serta jangan lupa untuk menjaga seluruh otot dan tubuh agar tetap rileks.

  • variasi nada

Ketika Anda berlatih olah vokal secara teratur, jangan lupa untuk mencoba variasi-variasi nada cepat karena melalui osilasi cepat ini vibrato akan terbentuk dengan sendirinya. Bahkan, variasi vibrato nantinya juga akan lebih mudah terbentuk melalui osilasi nada cepat ini.

Itulah beberapa contoh tips olah vokal untuk suara vibra/vibrato yang bisa Anda coba. Lakukan secara pelan-pelan, bertahap dan rileks serta teratur untuk medapatkan suara vibra/vibrato yang berkualitas. Walaupun terbilang cukup sulit, namun ketika sudah terbiasa hal ini akan menjadi terbiasa dan akan lebih mudah.

Perbedaan Mendasar Dari Belajar Piano Klasik Dan Piano Pop

KelasMusik.Com – Pertanyaan mengenai perbedaan belajar piano klasik dan piano pop memang tidak hanya dibicarakan di kalangan para penggiat seni musik, terutama para pianis. Para pianis ini seperti tergolong menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah para pianis klasik dan segenap penikmat musik klasik yang menganggap bahwa musik klasik adalah musik yang sebenarnya dan penuh dengan keagungan didalamnya.

Sementara golongan kedua yang mungkin menjadi kayoritas penggiat musik di jaman sekarang, yaitu para pianis pop dan para penggemarnya. Lebih-lebih pertanyaan mengenai perbedaan mendasar dari belajar piano klasik dan piano pop akan selalu dilontarkan ketika akan masuk kursus atau les privat piano.

Mereka yang baru akan belajar piano dibingungkan dengan dua pilihan anatara belajar piano klasik ataupiano pop. Anggapan yang banyak beredar di masyarakat adalah bahwa belajar piano klasik sangat rumit, butuh waktu yang lama, perlu ketekunan ekstra, dan dianggap terlalu kuno.

Para penikmat musik klasik ini tak jarang menganggap musik pop sebagai musik yang asal-asalan dan tidak bermakna sama sekali. Sedangkan jika belajar piano klasik dianggap lebih kekinian, cepat bisa, mudah, dan lebih keren. Sebagian dari mereka menganggap musik klasik sebagai musik yang kuno, tidak sesuai jaman, dan terlalu kaku. Jika kita menuruti pertarungan pendapat seperti itu seakan tidak pernah akan selesai dan malah bisa jadi akan membuat kita pusing dan malah tidak jadi belajar piano.

Maka dari itu, ada baiknya kita bersikap bijak terhadap perbedaan pendapat itu dengan mencari informasi yang lebih netral atau objektif dari anggapan orang-orang. Beberapa keterangan mengenai perbedaan mendasar belajar piano klasik dan piano pop dapat anda baca di bawah ini. Jadi silahkan langsung simak saja.

  1. Arti istilah piano klasik dan piano pop

Istilah piano klasik merujuk pada piano yang digunakan untuk memainkan musik-musik klasik (musik barok, musik klasik, dan musik romantik). Sedangkan piano pop memiliki arti piano yang digunakan untuk memainkan musik-musik populer. Kedua jenis musik tersebut sebenarnya dapat dimainkandengan satu piano yang sama.

Istilah pop sendiri merupakan kependekan dari kata populer dalam bahasa inggris dan populus dalambahasa Yunani yang bermakna banyak orang. Istilah tersebut mulai muncul pada tahun 1926 dansemakin populer pada tahun 1950-an. Jadi istilah musik pop lebih mengacu kepada jenis musik yang cepat disukai banyak orang.

  1. Perbedaan mendasar dari belajar piano klasik dan piano pop

Perbedaan mendasar dari belajar piano klasik dan piano pop selain muncul pada jaman yang berbeda, kedua jenis musik ini juga berbeda secara musikalitas. Musik klasik memiliki ritme yang dibangun mengikuti aliran nada dalam sebuah kerangka musik yang memiliki aturan baku. Piano klasik menuntut permainan yang tinggi dan presisi, sesuai dengan notasi balok yang tertulis di partitur lagu. Sedangkan musik atau piano pop biasanya dimainkan dengan ritme yang ajeg.

Permainan piano pop lebih menuntut teknik yang bervariasi dan improvisasi yang tinggi. Itu sebabnya di dalam penulisan partitur lagu piano pop hanya berisi kunci dan lirik, sehingga pemain harus mengembangkan gaya permainannya sendiri.

  1. Piano klasik sebagai dasar piano pop

Banyak para pianis sebagai musisi ayau guru piano yang setuju dengan pendapat bahwa belajar pianopopuler harus didasari dengan pengetahuan partitur dan teknik pada musik klasik. Jadi, sebenarnya perbedaan mendasar dari belajar piano klasik dan piano pop bukan untuk diperdebatkan, tetapi memang memiliki peran yang berbeda.

Cara Mudah Untuk Belajar Meniup Alat Musik Saxophone Untuk Pemula

KelasMusik.ComBagi pemula yang baru saja akan belajar bermain alat musik saxophone, tentu ingin tahu bagaimana cara mudah untuk belajar meniup alat musik saxophone. Alat musik yang satu ini memang akhir-akhir ini mulai banyak diminati oleh sebagian orang. Alat musik saxophone termasuk ke dalam jenis alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Saxophone terbuat dari logam dan bentuknya memiliki kemiripan dengan alat musik teropet maupun clarinet. Instrumen tersebut ditemukan oleh pemain musik pada tahun 1840 bernama Adolphe Sax di Belgia.

Saxophone pada umumnya digunakan untuk bermain musik dengan genre jazz. Namun juga tidak menutup kemungkinan untuk dimainkan dalam genre yang lain. Nah alat musik ini termasuk ke dalam alat musik yang cukup susah untuk dimainkan. Saxophone memiliki single reeds atau satu lubang untuk masuknya udara dari mulut kita. Cara meniupnya pun tidak sembarangan saja, ada teknik tertentu. Nah bagian paling susah bagi pemula adalah meniupnya untuk menghasilkan nada yang bulat. Di dalam artikel kali ini akan coba diulas cara belajar meniup alat musik saxophone.

Sebelum itu, siapkan dulu saxophonenya untuk menemani latihan anda. setelah itu kumpulkan niat dan tekad yang bulat untuk bermain saxophone. Langsung saja kita simak penjelasan berikut ini mengenai cara mudahnya.

  1. Belajar memegang saxophone

Cara mudah untuk belajar meniup alat musik saxophone sebelum mulai meniup, kita harus memastikan tangan kita telah memegang saxophone secara baik dan benar. Hal ini dimaksudkan supaya jari-jari anda lebih leluasa dalam menjangkau kunci-kunci nada yang ada di badan saxophon dalam bentuk semacam tombol-tombol atau katup nada. Usahakan posisi jari-jari tangan kiri maupun kanan tepat berada di atas katup-katup nada ini.

  1. Membiasakan posisi tubuh yang rileks

Walaupun tidak ada patokan khusus, Posisi tubuh bagi pemain saxophone juga harus diperhatikan. Karena hal ini menyangkut dengan pernapasan. Jadi usahakan jangan terlalu tegang dan kaku. Posisikan tubuh anda serileks mungkin dan senyaman mungkin.

  1. Melatih pernapasan yang benar

Seperti layaknya saat bernyanyi, pernapasan yang dianjurkan dalam bermain saxophone adalah pernapasan diafragma. Pernapasan diafragma memiliki kapasitas penampung udara yang lebih besar daripada pernapasan dada atau pernapasan biasa. Jadi volume udara yang dihasilkan pun lebih besar dan lebih kuat. Soal pernapasan ini adalah kunci dari cara mudah untuk belajar meniup alat musik saxophone, namun seringkali diabaikan oleh para pemula.

  1. Melatih teknik embosur saxophone

Teknik embosur merupakan teknik memposisikan bibir dan gigi pada mouthpiece. Posisi yang benar untuk melakukan teknik embosur adalah dengan meletakkan gigi atas pad abagian atas dari mouthpiece. Teknik ini biasanya membutuhkan latihan yang lebih lama, karena para pemula pada umumnya belum terbiasa. Jadi mereka lebih gampang merasakan lelah pada mulutnya.

Setelah sedikit menguasai teknik embosur, anda dapat meningkatkan kualitas bermain saxophone anda dengan melatih utnuk meproduksi udara yang panas dalam meniup saxophone anda. dengan teknik udara panas ini, suara yang dihasilkan dari saxophone akan terasa lebih bertenaga dan enak didengar.

Setelah mengetahui cara mudah untuk belajar meniup alat musik saxophone, yang perlu anda lakukan adalah terus berlatih secara konsisten. Kemudian banyak-banyaklah mendengarkan permainan saxophone dari para musisi saxophone handal. Karena dari situ kita bisa mendapat inspirasi dan motivasi untuk menambah semangat dalam meningkatkan kualitas permainan anda sendiri.

Mengetahui Apa Saja Kunci Dasar Bermain Bass

KelasMusik.ComBass adalah salah satu alat musik yang biasa digunakan di dalam sebuah band. Alat musik di sebuah band umumnya terdiri dari gitar rithem, gitar melodi, drum, bass, dan ada pula yang menggunakan keyboard atau saxophone. Bass secara sekilas memiliki bentuk yang mirip dengan gitar, hanya saja biasanya lehernya lebih panjang dan senarnya lebih besar.

Kita sering meremehkan kontribusi bass dalam sebuah komposisi musik atau lagu yang dimainkan secara grup atau band. Pasalnya bunyi bass tidak semenonjol instrumen yang lain. Tetapi jangan salah, bass merupakan unsur penting untuk menyeimbangkan bunyi dari instrumen lain di sebuah band. Jika anda tertarik mempelajari permainan bass, anda pasti akan menanyakan apa saja kunci-kunci dasar bermain bass?

Pada dasarnya, bermain bass tidak jauh berbeda dengan bermain gitar. Kunci yang digunakan sama dengan yang digunakan pada gitar. Namun, sebelum anda belajar mengenai kunci dasar bermain bass, sebaiknya anda menyiapkan lebih dulu apa saja yang diperlukan untuk melakukannya. Pertama, anda harus memiliki alat musik bass itu sendiri. Secara umum ada dua jenis bass, yaitu bass dengan empat senar dan bass dengan enam senar.

Untuk pemula disarankan menggunakan bass dengan empat senar saja. kemudian anda juga perlu menyiapkan amplifier, karena bass merupakan instrumen elektrik jadi harus disambungkan dengan pengeras suara. Kemudian anda juga bisa menyiapkan pick yang tebal. Seperti gitar, bass juga bisa dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari maupun menggunakan pick.

Jika semua itu sudah siap, langkah selanjutnya untuk mengetahui kunci dasar bermain bass akan dijelaskan di bawah ini. Silahkan langsung simak saja dengan seksama.

  • Memahami kunci atau chord dan progresinya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bermain bass juga berpatokan pada chord seperti gitar dan keyboard. Namun, berbeda dengan gitar yang harus menekan beberapa senar sekaligus untuk menghasilkan satu chord, bass hanya cukup dengan menekan satu senar saja.

  • Melatih teknik memetik senar bass

Karena dalam satu chord bass hanya perlu menekan nada dasarnya saja, mungkin anda berpikir sungguh begitu mudah dan tidak rumit untuk bermain bass. Tapi jangan salah, walaupun terlihat mudah, bermain bass memerlukan teknik tertentu untuk memetik senarnya. Untuk pemula biasanya dimulai dengan melatih memetik dengan satu jari. Kemudian selanjutnya dengan dua jari. Kalau sudah cukup mahir, anda bisa mengembangkan variasi bermain bass anda dengan empat atau lima jari anda.

Sebagai informasi tambahan, leher bass biasanya lebih panjang dari leher pada gitar. Hal itu berpengaruh pada jarak antar fret yang lebih panjang juga. Jadi jari-jari anda harus dilatih untuk beradaptasi dengan kondisi jarak yang seperti itu. Kemudian setelah mahir dengan satu teknik tersebut, anda bisa mencoba teknik lain. Beberapa teknik memetik senar bass lain diantaranya adalah memetik dengan menggunakan pick dan teknik betot.

  • Belajar bermain solo

Pada dua tahap sebelumnya kunci dasar bermain bass, anda disarankan untuk memainkan lagu-lagu. Artinya anda mengiringi lagu-lagu tersebut dengan bass anda. Namun untuk meningkatkan kemampuan bermain bass anda dan untuk mengasah kreatifitas musik anda, disarankan untuk mencoba bermain solo.

Bermain solo pada bass memanglah tidak mudah dan butuh kemampuan yang lebih. Pasalnya, bass biasanya berfungsi dan berposisi sebagai pelengkap atau penutup sebuah komposisi lagu. Oleh sebab itu bass juga berperan dalam kelengkapan sebuah harmoni musik yang lebih bagus.

 

Manakah Lebih Mudah Belajar Musik Klasik Atau Musik Pop

KelasMusik.Com – Musik merupakan jenis seni yang paling umum kita temukan dalam keseharian kita. Setiap hari rasanya seperti tidak bisa lepas dari musik. apalagi dengan adanya teknologi seperti radio, televisi, mp3 player, dvd, youtube, dan segudang perangkat digital pemutar musik lainnya, menjadikan hari-hari kita penuk dengan musik.

Di jaman sekarang, kebanyakan kita mungkin lebih familiar dengan lagu-lagu yang sedang hits dari berbagai genre. Kebanyakan musik yang beredar luas saat ini dan diminati sebagian besar orang adalah jenis musik pop atau populer. Tetapi jangan lupa juga bahwa selain musik pop yang terkesan renyah, mudah diterima, ringan, dan lain-lain, ada jenis musik lain yang berusia lebih tua, yaitu jenis musik klasik.

Kedua jenis musik ini tidak boleh kita abaikan begitu saja. Lebih-lebih jika kita sedang mengumpulkan niat untuk belajar musik. Pertanyaan yang biasa timbul setelah mendengar dua istilah itu mungkin adalah manakah lebih mudah belajar musik klasik atau musik pop? Untuk mengetahui jawabannya, tentu kita harus mencari tahu dulu apa itu musik klasik dan musik pop. Baru setelah itu kita coba bandingkan manakah lebih mudah belajar kedua musik tersebut

Pada dasarnya, semua musik di dunia ini hampir sama. Persamaan itu adalah semua musik pasti mengandung bunyi, nada, tempo, ritme, dan seperangkat aturan atau pola. Yang membedakan musik yang satu dengan yang lain itu adalah pemilihan dari poin-poin tersebut atau kombinasinya. Dalam prakteknya, musik klasik sering dianggap lebih susah untuk dipelajari daripada dengan musik pop. Mengapa hal itu bisa demikian? Berikut kita coba ulas.

  • Musik klasik adalah musik yang menuntut ketelitian dan ketekunan dalam mempelahjarinya

Belajar musik klasik harus teliti dan tekun dikarenakan di dalam musik klasik menggunakan not balok dan para pemain harus memainkan sebuah komposisi musik dengan sangat persis sesuai dengan apa yang tertulis dalam partitur musik. partitur musik ini ditulis dalam notasi balok. Orang yang baru belajar musik biasanya diharuskan menguasai pembacaan partitur untuk memainkan karya-karya klasik seperti dari komposer tekrkenal Beethoven, Bach, dan lain-lain.

  • Manakah lebih mudah belajar musik klasik atau musik pop

Ketika disodorkan pertanyaan manakah lebih mudah belajar musik klasik atau musik pop, seorang yang masih awam mungkin akan segera menjawab bahwa musik pop lebih mudah dipelajari. Pasalnya mungkin karena tidak ada aturan baku dan partitur untuk memainkan musik pop. Memang di dalam musik pop tidak ada partitur yang super detail seperti pada sebuah karya klasik. Kalaupun di situ ada partitur, isinya mungkin hanya sebatas kunci dalam bentuk chord dan lirik lagunya. Untuk memainkannya cukup berpatokan pada chord utama dan kita bebas melakukan variasi dan kreatifitas sendiri selama masih dalam kerangka chord utama.

Bagi sebagian orang ada yang lebih memilih untuk mempelajari musik pop saja karena dianggap lebih dekat dengan kesehariannya. Lagu-lagunya pun adalah lagu-lagu yang familiar seperti yang banyak didengarkan sehari-hari atau lebih kekinian. Sebagian orang lain memilih untuk belajar musik klasik karena menganggap memiliki nilai seni yang lebih tinggi, memiliki nilai sejarah yang panjang dan merasa tertantang dengan segala kerumitannya.

Sebagai kesimpulan, sebenarnya di antara manakah lebih mudah belajar musik klasik atau musik pop akan lebih baik untuk mempelajari keduanya. Karena usik pop yang santai itu pun tetap membutuhkan teknik dan pemahaman dasar musik yang tersedia pada musik klasik.

 

Tips-tips Belajar Musik Biar Tidak Cepat Bosan

KelasMusik.Com – Bermain musik memang menyenangkan. Selain itu, bermain musik juga dapat mengurangi stress dan penat kita dalam melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Namun bermain musik bukanlah perkara yang mudah bagi sebagian orang. Apalagi bagi yang masih sangat awam pada soal musik sehingga harus mulai belajar dari nol. Belajar bermain musik tidak dapat dilakukan dalam sehari atau dua hari saja, perlu waktu berbulan-bulan dan ketekunan serta konsistensi untuk bisa mahir bermain alat musik. karena kita harus mempelajari nada, tangga nada, partitur atau not balok, berbagai macam teknik dan sebagainya.

Tak jarang sebagian orang merasa bosan ditengah-tengah proses belajarnya bermain musik. tak sedikit pula yang menjadi malas dan tidak melanjutkan latihannya lagi. Jadi seperti sia-sia waktunya yang tersita selama ini. Sebenarnya ada beberapa tips belajar musik biar tidak cepat bosan.

Yuk bagi kamu yang tengah belajar musik, langsung simak aja tips untuk belajar musik biar tidak cepat bosan.

  1. Cari suasana baru

Kebanyakan dari para pemula yang sedang belajar musik di sebuah kursus musik, les privat, atau di ruang kelas, maupun belajar secara otodidak banyak menghabiskan waktu latihannya di dalam ruangan. Berlama-lama di dalam ruangan sangat mungkin mempengaruhi mood anda dalam belajar dan membuat anda menjadi bosan. Cara mengatasinya sebenarnya tidak terlalu sulit. Cukup dengan menghadirkan suasana baru ke dalam ruang belajar musik anda, misalnya dengan mendengarkan lagu atau musik baru, mengganti dekorasi ruangan, atau dengan mencoba posisi-posisi baru dalam berlatih musik.

Jika cara-cara tersebut belum berhasil mengusir kebosanan anda, maka anda dapat mencoba untuk mencari tempat baru. Tempat baru itu diusahakan adalah ruang terbuka. Tetapi tetap perhatikan apakah tempat tersebut nyaman untuk berlatih atau tidak. Nah, kalian bisa mencoba ruang-ruang tebuka seperti taman, halaman rumah, atau di sekitar sungai, dan tempat-tempat terbuka yang sejuk, tidak berisik, dan nyaman lainnya.

  1. Isi waktu disela-sela belajar musik dengan kegiatan-kegiatan kecil yang menyenangkan

Selalu terpaku pada materi belajar dan latihan musik sepanjang waktu juga akan meningkatkan resiko kebosanan anda. maka dari itu, tips belajar musik biar tidak cepat bosan selanjutnya adalah melakukan aktifitas-aktifitas kecil dan tidak memakan waktu serta tenaga yang berlebihan untuk mengatasi kebosanan anda. Disela-sela waktu belajar, anda bisa berhenti sejenak untuk sekedar jalan-jalan sambil merenggangkan otot-otot di tubuh anda, kalau bisa sambil mencari udara segar supaya tubuh anda menjadi segar. Anda juga dapat bermain game sebentar untuk mengatasi kesuntukan. Selain itu, anda juga bisa menyiapkan makanan ringan atau cemilan jika dirasa perlu untuk dimakan ketika anda sudah merasa bosan.

Aktifitas di atas hanya sebatas contoh saja. Anda dapat mengeksplorasi aktifitas kecil penunjang latihan anda sesuai dengan selera anda sendiri.

  1. Mengganti waktu belajar musik anda

Tips belajar musik biar tidak cepat bosan selanjutnya adalah dengan mengganti jam belajar anda. jika anda terbiasa melakukan latihan di sore hari, maka anda dapat mengubahnya di pagi hari misalnya. Atau jika anda terbiasa belajar musik di siang hari, maka anda bisa mencoba untuk sesekali belajar musik di malam hari. Jika hal tersebut dilakukan, tentu akan memecah rutinitas anda, sehingga terasa tidak membosankan. Tetapi, jangan terlalu sering melakukan penggantian waktu ini, bisa-bisa malah rusak pola belajarnya.

Belajar Gitar Klasik Atau Gitar Akustik Dengan Mudah Untuk Pemula

KelasMusik.Com – Gitar merupakan salah satu alat musik yang sangat umum digunakan orang untuk bermain musik. Secara umum terdapat dua jenis gitar, yaitu gitar elektrik dan gitar gitar akustik. Gitar elektrik merupakan gitar yang didesain khusus untuk dimainkan dengan bantuan alat pengeras suara dan effect. Sedangkan gitar klasik atau gitar akustik mengandalkan ruang di bagian gitar itu sendiri sebagai pemantul bunyi senar yang dipetik.

Pada artikel kali ini akan membahas secara khusus cara belajar gitar klasik atau gitar akustik bagi pemula. Memang tidak mudah untuk mempelajari kedua gitar tersebut. Membutuhkan kesabaran, keinginan yang kuat, dan konsistensi dalam berlatih gitar. Karena bisa dibilang bahwa belajar gitar klasik lebih rumit dan lebih sulit daripada belajar gitar elektrik. Tetapi hal tersebut bukanlah sebuah masalah jika kita punya keinginan yang kuat untuk belajar.

Gitar akustik sendiri ada dua jenis. Pertama adalah yang menggunakan senar nylon dan yang kedua menggunakan senar string. Selain pada senar, perbedaan lain antara dua jenis gitar tersebut terletak pada bentuk gitar dan jarak antar senarnya. Untuk belajar gitar klasik atau gitar akustik, dianjurkan menggunakan gitar dengan senar nylon. Selain karena suaranya yang khas, juga didukung bentuk gitar dan jarak antarsenarnya yang memudahkan kita dalam belajar.

Berikut ini tahapan-tahapan untuk mempelajari gitar klasik atau gitar akustik.

  1. Pertama dan yang paling utama adalah memahami nada.

Bermusik adalah mengolah nada-nada yang dihasilkan dari bunyi, begitu pula dengan bermain gitar. Pemain musik harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap nada. Melatih kepekaan indra pendengaran adalah hal yang mutlak pada setiap pemusik. Salah satu cara yang paling mudah adalah memperbanyak mendengarkan lagu atau musik, kemudian perhatikan nada-nadanya dan mencoba menemukan nada-nadanya hingga persis. Hal tersebut tentu tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat, perlu latihan secara terus menerus supaya feeling atau kepekaan terhadap nada menjadi tinggi.

  1. Melatih kemampuan membaca partitur atau notasi balok

Untuk belajar gitar klasik atau gitar akustik kita harus mempunyai kemampuan membaca partitur atau notasi balok. Hal tersebut dikarenakan pada permulaan proses belajar gitar klasik biasanya diawali dengan memainkan karya-karya dari komposer klasik seperti Beethoven, Bach, dan sebagainya. Karya-karya klasik tersebut hanya tersedia di dalam partitur. Sehingga akan sangat memudahkan untuk melewati fase ini jika kita menguasai pembacaan partitur. dan ketika kita sudah mahir bermain gitar, suatu saat kita dapat menulis sebuah karya musik dengan kemampuan penguasaan notasi balok dan partitur yang sudah diasah dari awal.

  1. Berlatih fingering atau penjarian

Tahap pertama dari latihan ini adalah dengan melatih memetik senar gitar dengan tangan kanan sampai terbiasa. Ada dua teknik utama untuk memetik gitar. Teknik yang pertama adalah teknik gunting, dimana teknik ini menggunakan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) untuk memetik senar yang dilakukan secara bergantian. Teknik kedua adalah membiasakan memetik senar dengan tiga jari. Sedangkan untuk gitaris klasik profesional biasanya telah menguasai teknik memetik senar gitar dengan kelima jarinya. Kemudian baru berlatih memencet senar dengan jari-jari tangan kiri untuk menghasilkan nada tertentu. Terdapat beberapa pola utama yang sering digunakan untuk fingering, yaitu pola fret 1-2-3-4, 1-3-2-4, dan pola 1-4-2-3. Latihan ini bertujuan untuk menigkatkan keakuratan, kecepatan, dan kekuatan dalam menghasilkan nada.

Apakah Setiap Orang Bisa Bernyanyi?

KelasMusik.Com – Bernyanyi merupakan aktivitas yang dianggap menyenangkan. Dengan melantunkan nada-nada yang biasanya diisi dengan kata-kata atau lirik tertentu, seseorang dapat merasakan kelegaan, kesenangan, kesedihan, dan berbagai suasana hati yang lain. Maka, banyak orang bernyanyi untuk menyegarkan perasaan mereka di sela-sela aktivitas sehari-hari yang kadang melelahkan atau malah membikin stress.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul di dunia tarik suara atau olah vokal adalah “Apakah setiap orang bisa bernyanyi ?”. pertanyaan tersebut mungkin muncul dari latar belakang beberapa orang dapat bernyanyi secara bagus dan sesuai tata aturan dalam dunia musik yang baku terutama soal nada dan sebagainya, tetapi di lain pihak ada beberapa orang yang ketika bernyanyi suaranya terasa kurang enak didengar di telinga kita. Hal tersebut bahkan menjadi perdebatan yang seakan tidak pernah selesai di antara para pelaku seni musik dan para akademis musik. mereka ada yang berpendapat bahwa semua orang dapat bernyanyi dengan berbagai alasan dan sebagian yang lain berpendapat bahwa bernyanyi merupakan kemampuan khusus yang tidak mesti dimiliki oleh setiap orang atau dalam kata lain tidak setiap orang dapat bernyanyi.

Bagaimanapun juga perbedaan pendapat tentang apa saja di dunia ini dan di anatara manusia adalah hal yang wajar dan sah-sah saja, sehingga kita tidak dapat menyalahkan begitu saja. Begitu pula mengenai perbedaan pendapat terhadap pertanyaan “apakah setiap orang bisa bernyanyi” ini kita juga tidak boleh gegabah dalam menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Ada banyak hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menjawab persoalan tersebut. Daripada semakin berlarut-larut, mari kita segera menyimak beberapa penjelasan di bawah ini.

  1. Tidak semua orang dapat bernyanyi semua jenis nyanyian

Kita tahu dan menyadari bahwa di dunia ini sangat banyak jenis nyanyian yang ada. Di indonesia sendiri misalnya, setiap komunitas masyarakat memiliki kebudayaan dan kesenian, termasuk nyanyian, tersendiri. sebagai contoh, nyanyian orang jawa berbeda dengan nyanyian orang Papua. Begitu pula nyanyian orang Aceh akan berbeda dengan orang Sulawesi. Maka dari itu, sepanjang yang diketahui sampai saat ini belum ada satu orang yang dapat menyanyikan segala jenis nyanyian yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Itu artinya, ada kemungkinan yang besar bahwa setiap orang dapat bernyanyi dengan jenis nyanyian tertentu saja, beberapa saja.

  1. Perbedaan dalam memaknai kegiatan bernyanyi

Untuk menjawab persoalan apakah setiap orang bisa bernyanyi, mencoba menelusuri berbagai macam cara orang dalam mengartikan mengartikan bernyanyi menjadi penting. Bagi kalangan seniman terpelajar, yang mendapat pelajaran secara formal di dunia pendidikan seni, mungkin akan mengartikan bernyanyi sebagai kegiatan mengeluarkan suara dari mulut manusia berdasarkan aturan nada, tempo, dan berbagai kriteria lain sesuai dengan teori musik modern yang mereka dapat. Namun, bagi kita yang bukan lulusan pendidikan formal kesenian tentu akan muncul penndapat yang berbeda-beda soal nyanyian ini. Ketika ditanya apakah setiap orang bisa bernyanyi? mungkin akan keluar jawaban yang tentu tidak selalu sesuai dengan teori musik yang baku. Sebagian dari kita mungkin mengartikan bernyanyi sebagai alat untuk menghilangkan stress atau memunculkan perasaan tertentu dalam diri kita. Walaupun waktu kita bernyanyi, kita tidak tahu apakah itu sudah sesuai dengan teori musik terkini, atau fals tidaknya suara kita, tidak menjadi persoalan yang penting. Karena yang terpenting adalah perasaan kita menjadi lega dan stress kita mereda.

Tiga Hal Penting Untuk Mengetahui Kunci Nada Dasar Belajar Biola

KelasMusik.Com – Bermain alat musik biola sangat populer di beberapa kalangan, terutama sekali di kalangan musisi maupun peminat music klasik, walaupun music populer juga tidak jarang menggunakan biola untuk menciptakan jenis musikalitas tertentu. Memang alat music biola lebih dikenal sebagai alat music klasik yang berkembang di Eropa sejak beberapa abad sebelumnya. Namun sekarang selain dipelajari di sekolah tinggi seni dan kursus-kursus seni, biola juga bisa dipelajari secara otodidak. Namun tetap saja, memiliki mentor atau guru dalam mempelajari permainan biola tentu lebih disarankan.

Hal yang paling utama untuk dilakukan dalam belajar bermain biola, setelah memiliki alat musiknya tentu saja, adalah mengetahui kunci nada dasar belajar biola. Sebenarnya bukan hanya pada biola, namun sebagian alat music juga memerlukan pemahaman tentang hal tersebut. Untuk mengetahui kunci nada dasar belajar biola ada tiga hal yang perlu dipelajari. Berikut tiga hal tersebut.

  1. Mengetahui nada dasar

Apakah pernah mendengar ungkapan “main di C” atau “main di kunci C” dari para musisi yang sedang bermusik? Ungkapan tersebut memiliki arti bahwa lagu atau musik yang akan mereka mainkan bernada dasar C.  Nada dasar sendiri sangat penting dalam sebuah music, apalagi music yang dimainkan dengan lebih dari satu instrument karena berfungsi sebagai patokan atau kunci dari sebuah komposisi music. Biasanya nada dasar disebutkan dalam huruf kapital, yaitu nada dasar C, D, E, F, G, A, B. Jika kita memainkan biola menggunakan nada dasar C mayor, maka nada C akan mencadi nada “do”. Di dalam penulisan akan kita jumpai C = do.

Nada dasar merupakan dasar pemahaman untuk mengetahui kunci nada dasar belajar biola. Ada beberapa kriteria umum yang dapat dipakai dalam menentukan nada dasar. Sebagai contoh, nada dasar disesuaikan dengan nuansa music yang akan dibuat, atau nada dasar disesuaikan dengan kemampuan vocal dari seorang vokalis, dan sebagainya.

 

  1. Tangga Nada

Tangga nada adalah sejumlah nada yang tersusun secara berjenjang sesuai dengan nada dasar yang digunakan. Kita mungkin lebih familiar dengan istilah “solmisasi”, atau bunyi do, re, mi, fa, sol, la, dan si, istilah tersebut adalah jenis-jenis nada yang biasa digunakan dalam teori musik. Tangga nada ini sangat ditentukan oleh nada dasar yang dipilih. Jika kita tidak mengetahui kunci nada dasar bermain biola, tentu akan sangat menghambat perkembangan kita dalam belajar.

Jika nada dasar mayor selalu mengawali nadanya dari “do”, berbeda dengan nada dasar minor yang mengawali nadanya dari “la”. Misalnya jika sebuah tangga nada menggunakan nada dasar G mayor, maka do = C, atau nada dasar A maka do akan sama dengan A dan seterusnya. Sedangkan jika menggunakan nada dasar A minor maka nada A akan menjadi la dan seterusnya.

 

  1. Jarak Nada

Untuk mengetahui kunci nada dasar bermain biola, kita juga harus memahami apa itu jarak nada. Jarak nada adalah jarak antara sebuah nada dengan nada yang lain pada sebuah tangga nada. Secara berurutan, jarak nada dengan nada di atasnya atau di bawahnya hanya ada dua kemungkinan, yaitu berjarak 1 nada atau setengah nada. Hal tersebut akan berbeda pada setiap nada dasar yang digunakan. Demikian tiga hal penting untuk mengetahui kunci nada dasar bermain biola semoga bermanfaat dan bisa membantu untuk lebih mudah belajar musik biola.