Orkestra Ternama di Indonesia

KelasMusik.Com -  Kehadiran Orkestra di Tanah Air memang semakin marak dan mulai berkembang. Bagi anda pecinta pagelaran music, tentunya anda tidak boleh melewatkan pagelaran music orkestra. Nah, berikut adalah 7 Orkestra Ternama di Indonesia.

Erwin Gutawa Orchestra

Erwin Gutawa Orchestra merupakan salah satu orkestra ternama di Indonesia. Pendiri dari orchestra yang satu ini tak lain adalah composer ternama Indonesia, Erwin Gutawa. Orkestra ini dibentuk pada tahun 1993. Sampai saat ini Erwin Gutawa Orchestra sudah banyak mengadakan pertunjukkan music orckestra dan mengiringi konser-konser penyanyi papan atas Indonesia.

Twilite Orchestra

Orkestra Ternama di Indonesia lainnya yaitu Twilite Orchestra. Orkestra ini dibentuk pada bulan Juni tahun 1991 oleh Addie MS bersama Indra Usmansjah Bakrie dan Oddie Agam. Twilite Orchestra ini juga sudah mendapatkan pengakuan dunia music internasional dan merupakan orkestra Indonesia yang pertama kali tampil di Sydney Opera House pada tahun 2009 dengan membawakan lagu-lagu tradisional Indonesia dalam aransemen orkestra. Selain itu juga Twilite Orchestra ini telah terdaftar sebagai anggota American Symphony Orchestra League pada tahun 1995.

Magenta Orchestra

Magenta Orchestra merupakan orkestra Indonesia yang diprakarsai oleh Indra Usmansjah Bakrie dan Andi Rianto. Magenta Orchestra ini merupakan orkestra bernuansa pop pertama di Indonesia. Orkestra yang satu ini melakukan pagelaran orkestra pertama pada tanggal 20 April 2006 dengan tema The Sound of Colors. Launching magenta orchestra ini melibatkan 101 orang pemain orkestra, 51 orang choir, 6 orang rhythm section, 4 orang backing vocal, 1 orang konduktor, dan 1 orang music director.

Jakarta Concert Orchestra

Jakarta Concert Orchestra pada mulanya didirikan pada tahun 1999 dengan nama Parahyangan Chamber Orchestra dimana beranggotakan para musisi professional dari Jogjakarta dan Jakarta. Lalu kemudian pada tahun 2002 Parahyangan Chamber Orchestra ini berganti nama menjadi Jakarta Chamber Orchestra oleh para pendirinya yaitu Avip Priatna dan Toeti Heraty Roosseno. Visi dari orkestra yang satu ini yaitu untuk memperkenalkan musik-musik klasik di Indonesia. Oleh sebab itu dalam setiap konsernya, Jakarta Chamber Orchestra ini selalu menampilan repertoire yang belum pernah ditampilkan sebelumnya di Indonesia. Papa tahun 2011, orkestra ini kemudian berganti nama lagi menjadi Jakarta Concert Orchestra yang beranggotakan musisi-musisi professional dari berbagai daerah di Indonesia.

Nusantara Symphony Ochestra

Pada tahun 1988, mantan menteri luar negeri Indonesia yaotu Prof. Mochtar Kusumaatmadja membentuk Nusantara Chamber Ochestra sebagai proyek dari Yayasan Nusantara Jaya yang merupakan salah satu foundation yang mendedikasikan dirinya untuk mendukung perkembangan seni dan budaya di Indonesia. Nusantara Symphony Ochestra kemudian tampil dari tahun 1988 hingga tahun 1996 di bawah arahan dari music director sekaligus konduktor yaotu Alm. Yazeed Djamin. Pada tahun 1998, orkestra ini kemudian berganti nama menjadi Nusantara Symphony Ochestra. Nusantara Symphony Ochestra ini menjadi salah satu orkestra yang di manage secara professional dimana terdiri dari para musisi terbaik Indonesia.

Jakarta Philharmonic Orchestra

Orkestra ternama di Indonesia  lainnya yaitu Jakarta Philharmonic Orchestra. Jakarta Philharmonic Orchestra  ini merupakan salah satu orkestra yang tertua di Indonesia. Jakarta Philharmonic Orchestra  ini didirikan pada tahun 1912. Pada mulanya orkestra yang satu ini bernama Netherlands Indsche Radio Omroep Maatschaapij. Higga pada tahun 1950, Netherlands Indsche Radio Omroep Maatschaapij tersebut terbagi menjadi 2, yaitu Orkes Radio Jakarta yang memainkan repertoire klasik dan Orkes Studio Jakarta yang memainkan repertoire Indonesia. Pada tahun 1968 Orkes Radio Jakarta dan Orkes Studio Jakarta bergabung kembali menjadi Jakarta Symphony Orchestra yang dipimpin oleh Adidharma dan FX.

Indonesian Youth Symphony Orchestra

Seperti namanya, Orkestra ini seperti namanya memang memiliki visi untuk membawa orkestra pada generasi muda. Indonesian Youth Symphony Orchestra ini merupakan gagasan Musik Remaja Indonesia dan sejak tahun 2002 telah terdaftar sebagai anggota Jeunesses Musicales International.

Begitulah beberapa Orkestra Ternama di Indonesia. Jika anda bermimpi suatu saat menjadi musisi di orkestra, anda tentu dapat memilih salah satunya.

Kata kunci pencarian:

2 musisi nusantara menjadi konduktor orkestra, musisi nusantara yang menjadi konduktor orkestra, 2 musisi nusantara yang menjadi konduktor orkestra, musisi nusantara menjadi konduktor orkestra, orkestra di indonesia, orkestra indonesia, orkestra, daftar orkestra di indonesia, orchestra terkenal di indonesia, orchestra yaitu, 

Keseruan Konser Musik Rock ala Anime String Orchestra

Haryo Yose Soejoto dan Eko Balung
KelasMusik.Com – Festival teater Salihara sepertinya menjadi acara terspektakuler di dalam dunia seni musik. Festival yang diselenggarakan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (13/09) itu benar- benar mampu membawa para penontonya flashbak ke dalam tahun 70-an. Pembukaan Festival bertajuk ‘Magical Mystery Tour’ Animé String Orchestra tersebut diisi oleh lagu- lagu terpopuler The Beatles, Jimmy Hendrix Lake & Palmer (ELP) – yang dibungkus dengan aransemen spektakuler oleh Haryo ‘Yose’ Soejoto serta dimainkan dengan instrumen gesek. anime string orchestra 4
Animé String Orchestra cukup popular dikalangan para penikmat musik tanah air. Orchestra ini didirikan oleh Haryo ‘Yose’ Soejoto pada tahun 2001. Beliau mampu menjadi dalang dalam keseruan- keseruan yang dihadirkan dalam setiap pementasannya, termasuk dalam konser bertemakan “Magical Mystery Tour’ ini. Terlebih lagi ketika sistem audio konvensional tidak lagi diikut- sertakan sebagai bentuk penghargaan terhadap alat musik akustik yang dimainkan.
anime string orchestra 3 Terdapat beberapa alasan penting mengapa maestro berumur 62 tahun ini menggunakan ‘Magical Mystery Tour’ dalam konser yang diselenggarakan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (13/09) kemarin. Magical Mystery Tour sejatinya diambil dari salah satu title lagu The Beatles. “Saya memilih nama ‘Magical Mystery Tour’ untuk pertunjukan karena Anime String Orchestra diharapkan mampu membawa penonton flashback kembali ke tahun 70an silam dengan unsur- unsur magic yang terkandung melalui aransemen yang saya ciptakan,” kata Haryo Yose Soetojo ditemuinya di Pagelaran Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (13/09) kemarin.anime string orchestra 1
Magic yang dimaksud oleh beliau bukanlah magic yang sering dijumpai di pertunjukan sulap namun magic yang lebih condong ke arah musikal sehingga mampu membawa para penonton menikmati sensasi musikalitas orchestra secara menyeluruh tanpa mengabaikan sentuhan rock di dalamnya.
Tak hanya sebatas itu saja, menurut pria yang pernah lulus dari akademi musik Indonesia (AMI) ini, terdapat 30 pemusik yang ikut andil dalam pagelaran orchestra ini. Menurutnya penggunaan media konvesnional justru mengurangi kehidupan musik itu sendiri. ” Kawan-kawan harus mampu memainkan musik dengan hidup sesuai namanya orchestra anime string,” tegas Haryo. Meskipun penggunaan media konvensional dieliminasikan seperti halnya ‘mikrophone’ namun tak lantas membuat keseruan konser tersebut memudar, justru keindahan lagu dan iringan orchestra nya justru semakin kental, begitupula dengan unsur ‘rock’ nya yang berbaur menjadi satu.
Beliau menambahkan bahwasanya team harus bisa membangun keseruan serta memainkan alat musik tanpa bantuan media konvensional. Seperti halnya namanya, ‘Animé’ yang berasal dari Bahasa Prancis yang berarti hidup. Hidup dalam hal ini berarti kehidupan musikalitas yang dibangun secara natural tanpa melibatkan media- media modern yang sejatinya mampu mengurangi keorisinilan musik tersebut.

Di sisi lain, para seniman ternama juga turut berpartisipasi dan memeriahkan Festival Salihara ke 5 ini. Beberapa diantaranya Resital Duo Akordeon yang dibawakan TOEAC dari Belanda, Tari Darvish oleh Ziya Azazi dari Austria, dan Musik CIRCUIT oleh speak Percussion dari Australia dan juga Resital Organ Pipa yang dibawakan Katerina Chrobokova dari Republik Ceko.

Selain konser, terdapat pula teater berjudul “Surat ke Langit” yang diproduksi oleh Papermoon puppet theater, tari bertemakan Be your self dibawakan Australian Dance Theater dari Australia, “Revolution” Classic dance oleh Compagnie Oliver Dubois dari Prancis dan ada pula tari “A part of Passion”yang dipersembahkan oleh Danang Pamungkas dari Indonesia. Budrugana membawakan Teater yang bertajuk The Four Season of The Year & Isn’t This A lovely Day dengan meriah dan extra- ordinary. Bahkan konser Ensamble Modern asal Jerman juga turut memeriahkan teater tersebut.

10 Karya Simfoni Terpopuler di Dunia

KelasMusik.Com - Dalam musik klasik barat, sebuah simfoni adalah sebuah komposisi musik yang panjang, dan hampir semuanya ditulis untuk orkestra. “Symphony” tidak menyatakan secara langsung sebuah bentuk khusus meskipun dibuat menurut prinsip-prinsip sonata.

Kebanyakan simfoni adalah karya-karya tonal dalam empat gerakan (movement) dengan bagian pertama dalam bentuk sonata dan ini sering digambarkan ahli-ahli teori musik sebagai struktur simfoni klasikal, meskipun beberapa simfoni yang dibuat para master seperti Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart maupun Ludwig van Beethoven, tidak sesuai dengan model ini.New York Philharmornic Orchestra

Aaron Green, seorang kritikus musik di majalah musik klasik Andante, menyusun 10 simfoni paling populer versi Aaron Green ini, memiliki gaya musikal yang bervariasi. Berikut kesepuluh simfoni tersebut:
1. Mahler Symphony No. 9 in D Major
Jika Anda mendengarkan Symphony No.9 ini, ambil selimut dan kenakan, duduklah di depan perapian, dan hanyutkan diri Anda dalam alunan orkestrasi yang dibuat Mahler dengan sangat indah. Mahler menulis simfoni ini ketika ia merasakan kematiannya makin dekat. Banyak orang percaya, gerakan keempat pada simfoni ini menggambarkan 5 kondisi psikologikal menjelang kematian: penolakan dan pengasingan, kemarahan, rasa ketergantungan, depresi, dan kepasrahan. Sebuah simfoni yang memiliki daya magis.


2. Haydn Symphony No. 34 in D minor
Karya Haydn ini mungkin kurang dikenal, tetapi inilah sebuah simfoni dari periode Klasik yang sempurna dalam keseimbangan emosi dan seni. Gerakan pertama dibuka dengan melodi yang terapung-apung di atas nada-nada rendah. Dan pada gerakan kedua, Haydn menghentak dengan irama bernuansa musik pop. Menuetto di gerakan ketiga membawa imajinasi ke sebuah pesta dansa yang anggun dan aristrokat. Gerakan terakhir membawa pendengarnya ke dalam suasana riang gembira.

3. Beethoven Symphony No. 5 in C minor
Semua orang rasanya pernah mendengar gerakan pertama dari simfoni ini. Beethoven mengemas tiap gerakan menjadi jalinan sebuah cerita, dimana pada setiap gerakan, Beethoven memberinya ornamen-ornamen yang mengejutkan pendengarnya. Sebuah simfoni yang sarat dengan orkestrasi yang indah.


4. Mozart Symphony No. 25 in G minor
Karya Mozart yang satu ini, mungkin kurang dikenal, tetapi inilah sebuah simfoni yang sangat jelas mengkombinasikan bentuk klasik dengan ekspresi flamboyant Mozart. Gerakan pertama meski terdengar ekspresif, menghadirkan sebuah suara yang jernih. Orkestrasi pada gerakan kedua memberi suara pastoral. Sementara di gerakan ketiga sebuah kombinasi melodi, keluar masuk bergantian. Mozart menutup simfoni ini dengan nuansa riang pada gerakan keempat.


5. Barber Symphony No. 1 in G Major
Samuel Barber, komposer abad 20 dari Amerika, menulis simfoni ini tahun 1936. Orkestrasinya hampir serupa dengan Symphony No. 9-nya Mahler. Barber memasukkan chord-chord yang sangat kompleks, dengan lapisan-lapisan instrumentation yang luar biasa indah.


6. Haydn Symphony No. 94 in G Major
Simfoni ini terkenal dengan sebutan “Surprise” Symphony. Judul aslinya berasal dari bahasa Jerman , “Paukenschlag” yang berarti pengaruh kuat drum. Gerakan pertama dibuka dengan melodi lembut dengan harmoni yang indah. Melalui simfoni ini Haydn memperlihatkan keahliannya yang khas. Yakni, membuat melodi-melodi sederhana, tetapi memberi impact yang luar biasa besar.

7. Dvorak Symphony No. 9 in E minor
Dvorak menulis simfoni ini tahun 1893, dimana Dvorak memasukan unsur folklore Afrika-Amerika dan Indian Amerika, setelah dia mengunjungi Amerika. Melalui simfoni ini, Dvorak meraih sukses internasional, setelah untuk pertama kalinya, simfoni ini dimainkan oleh New York Philharmonic.

8. Ives Symphony No.1 in D minor
Ives menulis simfoni ini setelah ia terpengaruh oleh Symphony no.9 dari Dvorak pada gerakan kedua, Symphony No.9 dari Beethoven pada gerakan ketiga, “Unfinished” symphony dari Schubert pada gerakan pertama, dan symphony “Phatetique” dari Tchaikovsky pada gerakan keempat. Ives mengemasnya dengan sangat indah. Simfoni ini memperlihatkan kehebatan Ives dalam mengambil pengaruh-pengaruh simfoni dari berbagai komposer, dan membentuknya dengan bahasanya sendiri.


9. Brahms Symphony No. 2 in D Major
Brahms sangat terpengaruh Beethoven. Simfoni ini, meskipun tidak terlalu sukses, memiliki posisi penting setelah Schumann. Simfoni ini kaya akan orkestrasi, antara Beethoven dan Mahler. Pada gerakan pertama, Bhrams menghadirkan tiga motif yang berbeda secara simultan sebagai tema utama. Gerakan keempat meiliki sebuah kesamaan dengan gerakan terakhir pada Symphony no. 9 dari Beethoven.


10. Beethoven Symphony No. 9 in D minor
Simfoni ini barangkali karya Beethoven yang paling hebat. Semua orang tahu chorus “Ode to Joy” pada gerakan terakhir simfoni ini. Melalui simfoni ini, Beethoven menempatkan simfoni pada sebuah level baru dengan menambahkan choir pada orkestrasinya.

Semoga informasi 10 Karya Simfoni Terpopuler di Dunia di atas bermanfaat.

(Sumber: STACCATO, Juni 2010)

Kata kunci pencarian:

karya mozart, lagu beethoven yang paling terkenal, lagu mozart yang paling terkenal, karya beethoven, lagu klasik terpopuler, Lagu orkestra, lagu beethoven yang terkenal, karya mozart yang paling terkenal, lagu mozart yang terkenal, lagu mozart paling terkenal,