Musik dan Autisme

Musik dan Autisme

KelasMusik.Com - Dalam satu dasawarsa belakangan ini, musik dan autisme tiba-tiba menjadi padanan kata yang tak terpisahkan. Memang, tidak ada hubungan paralel dalam hal pengertiannya. Namun musik dan autisme dapat menjadi sesuatu yang tak terpisahkan, ketika keduanya dipertemukan dalam khasanah “pegobatan” atau terapi. Tak terbantahkan bahwaa musik menjadi salah satu terapi paling bagus terhadap penderita autisme, down syndrome, dan orang-orang berkebutuhan khusus lainnya.

AUTISME berasal dari bahasa Yunani, autos yang artinya “diri yang tidak berdaya”. Menurut J.P Chaplin, ada tiga pengertian autisme. Yang pertama, cara berpikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personal atau diri sendiri. Kedua, menanggapi dunia berdasarkan penglihatan dan harapan sendiri dan menolak realitas, dan ketiga keasyikan ekstrim dengan pikiran dan fantasi sendiri.

Karenanya, autisme adalah gangguan perkembangan neurologis kompleks yang disebabkan oleh gangguan dalam memproses informasi yang  ditandai dengan gejala gangguan interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku. Keadaan lain yang sering menyertai autisme adalah ketidakmampuan intelektual, gangguan tidur, bahkan gangguan pencernaan. Namun, beberapa penderita autisme justru menunjukan kemampuan yang tinggi pada beberapa bidang, seperti kemampuan visual, musik, matematika, dan seni.

Walaupun gangguan perkembangan otak pada autisme terjadi pada awal perkembangan anak, penyakit autisme umumnya baru dapat dideteksi pada umur 2-3 tahun, sehingga sulit bagi orangtua untuk mendeteksi lebih dini gangguan yang terjadi pada anaknya.

Penyebab autisme sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor predisposisi yang memungkinkan terjadinya autisme, yaitu faktor genetik, faktor hormonal, kelainan pranatal, proses kelahiran yang kurang sempurna, serta penyakit tertentu yang diderita sang ibu ketika mengandung atau melahirkan sehingga menimbulkan gangguan pada perkembangan susunan saraf pusat yang mengakibatkan fungsi otak terganggu.

Pengobatan autisme hingga saat ini belum ada, sehingga dapat dikatakan, penderita autisme tidak dapat disembuhkan, namun dapat dioptimalkan kualitas hidupnya. Terapi yang dilakukan pada penderita autisme lebih diarahkan kepada terapi motorik, bicara, dan okupasi.

Konsep Terapi Musik

Penggunaan musik sebagai terapi sebenarnya telah ada sejak zaman kuno. Namun terapi musik sendiri berkembangnya di Amerika baru mulai pada abad ke 18. Bukti-bukti tentang khasiat musik dalam penyembuhan dapat diketahui dari kitab suci dan tulisan-tulisan peninggalan sejarah dari bangsa Arab, Cina, India, Yunani, dan Romawi.

Terapi musik didefinisikan sesuai dengan berbagai kepentingan. National Association for Music Therapy di Amerika Serikat misalnya, mendefinisikan terapi musik sebagai penerapan seni musik secara ilmiah oleh seorang terapis, yang menggunakan musik sebagai sarana untuk mencapai tujuan-tujuan terapis tertentu melalui perubahan perilaku. Wigram mendefinisikan bahwa terapi musik adalah penggunaan musikdalam lingkup klinis, pendidikan, dan sosial bagi klien atau pasien yang membutuhkan pengobatan, pendidikan atau intervensi pada aspek sosial dan psikologis.

Dalam rumusan the American Music Therapy association, terapi musik secara spesifik disebut sebagai sebuah profesi di bidang kesehatan yang menggunakan musik dan aktivitas musik untuk mengatasi berbagai masalah dalam aspek fisik, psikologis, dan kebutuhan sosial individu yang mengalami cacat fisik.

 

Kelas Musik untuk Terapi

Kelas Musik Bandung menerima murid untuk terapi musik autisme. Sebagai contoh murid kelas musik bandung Alvin – mengambil kelas biola , emosi nya lebih tersalurkan. Alvin pun sudah beberapa kali pentas di sekolahnya.

 

Share this article!

Speak Your Mind

*