7 Tips Rajin Berlatih Musik Dijamin Berhasil

KelasMusik.Com – Ahli dalam musik merupakan hal yang didambakan banyak orang. Namun keahlian dalam bermusik bukanlah hal yang instan, harus melalui banyak proses latihan. Dalam proses berlatih sering kali menemui banyak permasalahan.

Masalah dalam berlatih musik tentu banyak hal. Mulai dari alat musik yang kurang memadai , tidak ada mentor, tidak sempat berlatih musik (time managament yang buruk), bahkan malas berlatih. Masalah tersebut perlu ditangani untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain musik.

Terutama dalam mengalahkan kemalasan bermain musik perlu dilawan. Tentu hal ini susah-susah gampang, akan menjadi sulit jika tidak mengetahui caranya. Lebih berbahayanya ketika kita malas berlatih musik, akhirnya kita kehilangan motivasi dalam belajar / bermain musik.

Berikut 7 tips rajin berlatih musik ala kelas musik :

  1. Buka Case Instrument Anda (buka tempat alat musik anda)

Cara yang pertama adalah dengan membuka tempat alat musik kita. Sering kali kita malas , bahkan membukanya case dengan posisi tertutup pun kita malas. Oleh karena itu dengan membuka case alat musik kita akan membantu kita lebih mudah untuk berlatih musik. 

Kita dapat menempatkan alat musik kita tetap dalam case namun dalam keadaan terbuka. Penempatan alat musik juga bisa kita tempatkan pada stand alat musik apabila kita mempunyai standnya. Misalkan gitar kita tempatkan pada stand yang berdiri atau pun biola yang ditempatkan pada dalam case yang terbuka.

Ketika alat musik terlihat , kita akan lebih mudah untuk mengambilnya dan rajin memainkannya. 

2. Tempatkan Alat Musik di Tempat Favoritmu

Penempatan alat musik tentu juga hal yang penting, karena apabila kita menempatkan instrument kita di tempat yang jarang kita gunakan akan menambah rasa malas.

Apabila kita menyukai singgah di ruang tamu, kita bisa menempatkan instrument kita pada ruang tamu dan apabila kita suka diam di kamar tidur, kita bisa tempatkan instrument di kamar tidur dengan posisi yang aman.

3. Tentukan Waktu Terbaikmu

Setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing. Tentu dalam menentukan waktu dalam berlatih sangatlah flexible menyesuaikan dengan keadaan tiap pribadi.

Misalnya kita seorang pekerja yang sibuk di siang hari hingga malam hari. Maka waktu terbaik untuk berlatih adalah pagi hari di saat mood masih baik. Apabila kita seorang pelajar yang sibuk di pagi hingga siang hari. Tentu waktu terbaiknya di sore ataupun malam hari.

Hal ini sangat flexibel mengikuti keadaan kita setiap harinya. Kita hanya perlu melihat jadwal harian dan menentukan kapan kita berlatih. Tentukan waktu terbaikmu dalam berlatih musik.

 

4. Buat Challenge Untuk Diri Sendiri

Tantangan merupakan pemacu diri yang cukup efektif, dengan adanya tantangan kita dapat mengembangkan diri lebih dari sebelumnya. Lalu kita berkata “tidak ada tantangan bagi saya dari luar sana”. Kita tidak selalu hanya melihat tantangan dari luar, namun kita bisa  membuat tantangan / challenge untuk diri kita sendiri.

Misal kita menantang diri kita dengan membuat Challenge for 30 days atau untuk 15 hari jika terlalu lama. Waktunya bisa bebas tergantung kita yang menetapkan.

Untuk pemain instrument tiup seperti saxophone, flute, clarinet, recorder misalnya membuat challenge meniup long note dengan tangga nada selama 15 menit setiap harinya selama 30 hari berturut-turut.

Pemain piano bisa melakukan pemanasan latihan tangga nada , arpeggio, bahkan etude misalnya selama 30 menit setiap harinya selama 30 hari berturut-turut. 

Kemudian tandai di smartphone kalian atau tuliskan di kertas tentang progress challenge yang dilakukan.

5. Beri Reward Untuk Dirimu

Penghargaan bagi diri sendiri juga penting , untuk dirimu yang sudah berjuang untuk melakukan latihan dan mengikuti challenge yang dibuat. Kita bisa memberi penghargaan untuk diri sendiri ketika kita menyelesaikan tantangan latihan secara sempurna. 

Misalnya  di akhir tantangan hari ke 30, kita memberi diri kita makanan yang super lezat yang jarang kita beli. Dapat juga kita membelikan diri kita baju yang kita taksir, atau membeli senar untuk biola kita agar semakin semangat latihannya.

Lakukan pemberian reward / penghargaan bagi diri sendiri ketika kita mencapai target kita. Hal ini akan menjadi penyemangat kita dalam berlatih musik. 

6. Mengikuti Kursus Musik di Kelas Musik

Tips ke enam adalah mengikuti kursus musik di kelas musik. Mengikuti kursus musik di kelas musik akan membantu kita dalam meningkatkan kerajinan dalam berlatih musik.

Kita akan dibantu oleh guru-guru musik yang profesional dan berpengalaman dalam bidangnya masing-masing sehingga pembelajaran kita tidak stuck. 

Guru Kelas Musik akan membantu kita dalam proses penambahan ilmu, bahkan menjawab pertanyaan seputar masalah dalam ilmu musik dan berlatih musik.

Dengan mengikuti kursus musik di kelas musik berarti kita akan lebih berkomitmen dalam berlatih musik. Karena dengan mengikuti kursus musik kita akan membayar komitmen dalam bermusik.

sarah chang bermain biola - keuntungan bermain musik

7. Cari Idola di Instrument Kamu

Tips yang terakhir adalah mencari idola di instrument kamu.

Jika kita seorang yang sedang belajar biola , kita bisa mencari pemain biola yang kita sukai permainannya seperti Iskandar Widjaja , Vanessa Mae, TwoSet Violin, dsb. Musisi lainnya jika sedang belajar saxophone seperti saxophonist Dave Koz, Kenny G, Nicky Manuputty, dan musisi besar lainnya.

Idola ini akan menjadi patokan kita ketika kita berlatih musik sehingga ada perbandingan kita sudah sampai mana dalam berlatih. 

Itu dia 7 Tips Rajin Berlatih ala Kelas Musik. Semoga bermanfaat 🙂

 

Samuel Adinugraha

 

Perbedaan Mendasar Dari Belajar Piano Klasik Dan Piano Pop

KelasMusik.Com – Pertanyaan mengenai perbedaan belajar piano klasik dan piano pop memang tidak hanya dibicarakan di kalangan para penggiat seni musik, terutama para pianis. Para pianis ini seperti tergolong menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah para pianis klasik dan segenap penikmat musik klasik yang menganggap bahwa musik klasik adalah musik yang sebenarnya dan penuh dengan keagungan didalamnya.

Sementara golongan kedua yang mungkin menjadi kayoritas penggiat musik di jaman sekarang, yaitu para pianis pop dan para penggemarnya. Lebih-lebih pertanyaan mengenai perbedaan mendasar dari belajar piano klasik dan piano pop akan selalu dilontarkan ketika akan masuk kursus atau les privat piano.

Mereka yang baru akan belajar piano dibingungkan dengan dua pilihan anatara belajar piano klasik ataupiano pop. Anggapan yang banyak beredar di masyarakat adalah bahwa belajar piano klasik sangat rumit, butuh waktu yang lama, perlu ketekunan ekstra, dan dianggap terlalu kuno.

Para penikmat musik klasik ini tak jarang menganggap musik pop sebagai musik yang asal-asalan dan tidak bermakna sama sekali. Sedangkan jika belajar piano klasik dianggap lebih kekinian, cepat bisa, mudah, dan lebih keren.

Sebagian dari mereka menganggap musik klasik sebagai musik yang kuno, tidak sesuai jaman, dan terlalu kaku. Jika kita menuruti pertarungan pendapat seperti itu seakan tidak pernah akan selesai dan malah bisa jadi akan membuat kita pusing dan malah tidak jadi belajar piano.

Maka dari itu, ada baiknya kita bersikap bijak terhadap perbedaan pendapat itu dengan mencari informasi yang lebih netral atau objektif dari anggapan orang-orang.

Beberapa keterangan mengenai perbedaan mendasar belajar piano klasik dan piano pop dapat anda baca di bawah ini. Jadi silahkan langsung simak saja.

  1. Arti istilah piano klasik dan piano pop

Istilah piano klasik merujuk pada piano yang digunakan untuk memainkan musik-musik klasik (musik barok, musik klasik, dan musik romantik).

Sedangkan piano pop memiliki arti piano yang digunakan untuk memainkan musik-musik populer. Kedua jenis musik tersebut sebenarnya dapat dimainkandengan satu piano yang sama.

Istilah pop sendiri merupakan kependekan dari kata populer dalam bahasa inggris dan populus dalambahasa Yunani yang bermakna banyak orang. Istilah tersebut mulai muncul pada tahun 1926 dansemakin populer pada tahun 1950-an. Jadi istilah musik pop lebih mengacu kepada jenis musik yang cepat disukai banyak orang.

  1. Perbedaan mendasar dari belajar piano klasik dan piano pop

Perbedaan mendasar dari belajar piano klasik dan piano pop selain muncul pada jaman yang berbeda, kedua jenis musik ini juga berbeda secara musikalitas.

Musik klasik memiliki ritme yang dibangun mengikuti aliran nada dalam sebuah kerangka musik yang memiliki aturan baku. Piano klasik menuntut permainan yang tinggi dan presisi, sesuai dengan notasi balok yang tertulis di partitur lagu. Sedangkan musik atau piano pop biasanya dimainkan dengan ritme yang ajeg.

Permainan piano pop lebih menuntut teknik yang bervariasi dan improvisasi yang tinggi. Itu sebabnya di dalam penulisan partitur lagu piano pop hanya berisi kunci dan lirik, sehingga pemain harus mengembangkan gaya permainannya sendiri.

  1. Piano klasik sebagai dasar piano pop

Banyak para pianis sebagai musisi ayau guru piano yang setuju dengan pendapat bahwa belajar pianopopuler harus didasari dengan pengetahuan partitur dan teknik pada musik klasik.

Jadi, sebenarnya perbedaan mendasar dari belajar piano klasik dan piano pop bukan untuk diperdebatkan, tetapi memang memiliki peran yang berbeda.

BACA JUGA :

Perbedaan Mendasar Dari Belajar Piano Klasik Dan Piano Pop

Penasaran Apa Perbedaan Piano Akustik Vs Piano Elektrik?

Belajar Piano Dasar Untuk Pemula Dan Siswa Musik

Teknik-Teknik Dasar Belajar Piano

Chord Dasar Pada Piano

Manakah Lebih Mudah Belajar Musik Klasik Atau Musik Pop

KelasMusik.Com – Musik merupakan jenis seni yang paling umum kita temukan dalam keseharian kita. Setiap hari rasanya seperti tidak bisa lepas dari musik. apalagi dengan adanya teknologi seperti radio, televisi, mp3 player, dvd, youtube, dan segudang perangkat digital pemutar musik lainnya, menjadikan hari-hari kita penuk dengan musik.

Di jaman sekarang, kebanyakan kita mungkin lebih familiar dengan lagu-lagu yang sedang hits dari berbagai genre. Kebanyakan musik yang beredar luas saat ini dan diminati sebagian besar orang adalah jenis musik pop atau populer.

Tetapi jangan lupa juga bahwa selain musik pop yang terkesan renyah, mudah diterima, ringan, dan lain-lain, ada jenis musik lain yang berusia lebih tua, yaitu jenis musik klasik.

Kedua jenis musik ini tidak boleh kita abaikan begitu saja. Lebih-lebih jika kita sedang mengumpulkan niat untuk belajar musik. Pertanyaan yang biasa timbul setelah mendengar dua istilah itu mungkin adalah manakah lebih mudah belajar musik klasik atau musik pop?

Untuk mengetahui jawabannya, tentu kita harus mencari tahu dulu apa itu musik klasik dan musik pop. Baru setelah itu kita coba bandingkan manakah lebih mudah belajar kedua musik tersebut

Pada dasarnya, semua musik di dunia ini hampir sama. Persamaan itu adalah semua musik pasti mengandung bunyi, nada, tempo, ritme, dan seperangkat aturan atau pola. Yang membedakan musik yang satu dengan yang lain itu adalah pemilihan dari poin-poin tersebut atau kombinasinya. Dalam prakteknya, musik klasik sering dianggap lebih susah untuk dipelajari daripada dengan musik pop. Mengapa hal itu bisa demikian? Berikut kita coba ulas.

  • Musik klasik adalah musik yang menuntut ketelitian dan ketekunan dalam mempelahjarinya

Belajar musik klasik harus teliti dan tekun dikarenakan di dalam musik klasik menggunakan not balok dan para pemain harus memainkan sebuah komposisi musik dengan sangat persis sesuai dengan apa yang tertulis dalam partitur musik. partitur musik ini ditulis dalam notasi balok.

Orang yang baru belajar musik biasanya diharuskan menguasai pembacaan partitur untuk memainkan karya-karya klasik seperti dari komposer tekrkenal Beethoven, Bach, dan lain-lain.

  • Manakah lebih mudah belajar musik klasik atau musik pop

Ketika disodorkan pertanyaan manakah lebih mudah belajar musik klasik atau musik pop, seorang yang masih awam mungkin akan segera menjawab bahwa musik pop lebih mudah dipelajari. Pasalnya mungkin karena tidak ada aturan baku dan partitur untuk memainkan musik pop.

Memang di dalam musik pop tidak ada partitur yang super detail seperti pada sebuah karya klasik. Kalaupun di situ ada partitur, isinya mungkin hanya sebatas kunci dalam bentuk chord dan lirik lagunya. Untuk memainkannya cukup berpatokan pada chord utama dan kita bebas melakukan variasi dan kreatifitas sendiri selama masih dalam kerangka chord utama.

Bagi sebagian orang ada yang lebih memilih untuk mempelajari musik pop saja karena dianggap lebih dekat dengan kesehariannya. Lagu-lagunya pun adalah lagu-lagu yang familiar seperti yang banyak didengarkan sehari-hari atau lebih kekinian. Sebagian orang lain memilih untuk belajar musik klasik karena menganggap memiliki nilai seni yang lebih tinggi, memiliki nilai sejarah yang panjang dan merasa tertantang dengan segala kerumitannya.

Sebagai kesimpulan, sebenarnya di antara manakah lebih mudah belajar musik klasik atau musik pop akan lebih baik untuk mempelajari keduanya. Karena usik pop yang santai itu pun tetap membutuhkan teknik dan pemahaman dasar musik yang tersedia pada musik klasik.

Mending Belajar Biola Atau Piano Klasik?


KelasMusik.Com – Setiap orang memiliki instrument favoritnya tersendiri. Ada yang menyukai alat musik tiup, gesek, pukul, dsb. Namun ada juga yang menyukai dua instrument berbeda misalnya biola atau piano. Ketika dihadapkan pada kedua pilihan lebih baik belajar biola atau piano klasik?

Tentu ini menjadi sebuah dilema, kita mungkin berpikir “Sulit mana antara belajar biola dan piano klasik?” Artikel ini akan menjawab beberapa kegalauan kita yang ingin memilih instrument untuk dipelajari.

Apa saja perbedaan kedua instrument ini ?

Cara Bermain Instrument

Cara memainkan instrument biola dan piano tentu berbeda. Biola sendiri dimainkan dengan cara digesek menggunakan bow. Bow tersebut akan dikendalikan oleh tangan kanan. Tangan kanan memegang bow dengan cara menaruh jari-jari tangan di bow bagian pangkal.

Cara Memegang Bow Biola

Caranya adalah jempol ditekuk dan ujung jempol menyentuh bagian atas dalam frog. Jari telunjuk ruas kedua menyentuh pad bow. Jari tengah dan manis berdekatan menempel di bagian frog bow. Terakhir jari kelingking membentuk bulat diatas kayu bow dekat putaran bow. ( Detail cara memegang bow biola bisa diakses di youtube Kelas Musik Channel)

Tangan kiri pada biola berfungsi sebagai penjarian untuk memainkan melodi pada biola. Penjarian tangan kiri pada biola hanya terdiri dari 4 jari yaitu jari telunjuk sebagai jari 1, jari tengah sebagai jari 2 , jari manis sebagai jari 3, dan jari kelingking pada jari 4. Penjarian di tangan kiri ini harus disinkronkan dengan tangan kanan yang menggesek bow.

Cara bermain piano klasik tersendiri adalah dipukul. Jari-jari  akan menekan tuts pada piano dan mekanisme pada piano akan memukul senar yang terdapat di dalam piano.

Umumnya tangan kanan pada piano klasik berfungsi sebagai melodi dan tangan kiri sebagai chord atau iringan. Namun pada tingkat pembelajaran piano klasik selanjutnya, kedua tangan ini bisa saling bertukar melodi dan iringan. Masing-masing jari bersifat independent dan dapat membunyikan tiap-tiap nada. Tangan kanan dan kiri sistem penjariannya sama jempol sebagai jari 1, telunjuk sebagai jari 2 , tengah sebagai jari 3 ,  jari manis sebagai jari 4, dan jari kelingking sebagai jari 5.

Kaki pada piano klasik dipakai untuk penggunaan pedal seperti mute dan sustain.

  • Cara Membaca Not Balok Pada Partitur

Partitur biola hanya terdiri tanda mula kunci G yang artinya cara membacanya hanya 1 jenis. Tentu ini lebih memudahkan untuk membacanya.

 Sedangkan piano membaca pada dua tanda mula berbeda (2jenis ) . Untuk tangan kanan sama dengan biola menggunakan tanda mula kunci G. Tangan kiri menggunakan tanda mula kunci F. Hal ini terjadi karena range oktaf yang jauh lebih luas pada piano. Sehingga lebih memudahkan untuk dibaca dengan 2 kunci.

  • Teknik Memainkan

Biola umumnya kita mengenal cara memainkannya adalah digesek. Memang ini adalah cara utama untuk bermain biola. Diluar hal tersebut masih banyak teknik bermain biola lainnya seperti Staccato yaitu dengan bermain secara putus-putus / pendek nadanya, Spiccato bow dimainkan dengan memantulkan bow biola ke senar, Legato memainkan bow dengan karakter lebih menyambung / tidak terputus, Pizzicato bermain biola dengan cara dipetik pada senar biola, Vibrato adalah dengan menggerakan pergelangan atau pangkal lengan sehingga nada menjadi bergetar (ada beberapa jenis vibrato) , dll.

Pada piano klasik terdapat beberapa teknik yang serupa seperti legato dan staccato. Terdapat juga sustain yaitu pedal kaki paling kanan pada piano diinjak yang fungsinya akan memanjangkan tiap not yang kita tekan sehingga nada yang ditekan tidak akan langsung hilang bunyinya. Penggunaan dinamika pada piano klasik juga berpengaruh pada tekanan tiap jari saat memainkan piano klasik.

Jadi menurut kalian lebih baik belajar biola atau piano klasik? Kembali lagi kepada selera dan passion masing-masing pribadi. Semoga artikel diatas dapat membantu memutuskan pilihan belajar biola / piano klasik.

Kata kunci pencarian:

lebih bagus memainkan biola atau piano, pilih biola atau piano, 

Penasaran Apa Perbedaan Piano Akustik Vs Piano Elektrik?

KelasMusik.Com –  –  Alat musik banyak sekali jenisnya, ada gitar, piano, drum, terompet, biola, dan lain sebagainya. Dari tiap alat musik di atas, masih ternagi lagi menjadi beberapa jenis, contohnya saja seperti gitar yang terbagi menjadi gitas elektrik, gitar akustik, dan archtop, gitar resonator, gitar bass, dan masih banyak lagi.

Tak hanya gitar saja yang terbagi menjadi beberapa jenis, ternyata piano juga terbagi menjadi beberapa jenis yaitu piano akustik dan piano elektrik. Sebenarnya apa perbedaan piano akustik Vs piano elektrik? Sebelum kita membahas letak perbedaanya, mari kita ketahui dulu apa perbedaan piano akustik vs piano elektrik? dalam hal pengertian.

Dalam hal pengertian, piano akustik merupakan piano yang dalam menghasilkan suaranya menggunakan senar. Berbeda dengan piano elektrik atau digital yang tidak memiliki senar. Sekarang mari kita bahas lebih lanjut mengenai apa perbedaan piano akustik vs piano elektrik?

  1. Mekanisme Penghasil Suara

Dari bagian yang menghasilkan suara, piano akustik dan piano elektrik tentunya memiliki perbedaan yang besar. Untuk piano akustik, mekanisme pukulan senar atau mekanisme gerakannya menghasilkan getaran, getaran inilah yang nantinya akan diteruskan melalui kerangka.

Sedangkan untuk piano elektrik atau digital, meknaisme penghasil suaranya berasal dari sensor yang dapat mendeteksi gerakan tuts bahkan yang paling halus sekalipun. Suara tersebut didukung dengan teknologi digital yaitu dapat diperbesar atau diperkecil dengan pengeras suara.

  1. Dalam Hal Sentuhan

Perbedaan yang kedua adalah dalam hal sentuhan. Untuk piano akustik, dalam hal sentuhan jenis piano ini lebih responsif terhadap sentuhan dibandingkan piano elektrik karena mekanisme pemukulan senarnya yang terdiri dari ribuan bagian berpresisi tinggi.

Sedangakn untuk piano elektrik responsif atau tidaknya piano biasanya terpengaruh dari merk piano tersebut. berbagai mekanisme yang digunakan untuk menghasilkan suara di piano elektrik ini merupakan upaya guna menghasilkan sentuhan serta resonansi ulang dari grand piano.

  1. Dalam Hal Daya Ekspresif

Piano akustik dalam hal daya ekspresifnya tentunya lebih besar karena piano akustik memiliki kemungkinan bunyi yang lebih banyak dibandingkan piano elektrik.

Suara yang dihasilkan bahkan bisa berbeda tergantung dari kuat atau tidaknya sentuhan yang kita berikan. Berbeda dengan piano elektrik yang meruapakan rekaman yang telah ada di tiap tutsnya.

Jadi mau sentuhan yang kita berikan kuat atau tidak, suara yang dihasilkan tetap sama. Apalagi piano ekektrik memerlukan pengeras suara agar suaranya menjadi lebih keras.

  1. Dalam Hal Nada

Untuk bagian nadanya, piano akustik memiliki nada serta suara yang sangat beragam dibandingkan piano elektrik. Hal ini karena efek resonansinya yang jauh lebih komplek.

Sedangkan untuk piano elektrik atau digital, tentunya nada yang dihasilkan lebih sedikit karena memang nada yang dimiliki jenis piano ini jauh lebih konsisten dan telah disesuaikan dengan berbagai tekanan yang diberikan.

  1. Dalam Hal Tahan Lama

Daya tahan piano akustik tentunya lebih awet karena bagiannya bisa diganti bila mulai au. Asal dirawat dengan baik dan dilakukan penyetelan secara teratur piano akustik ini bisa bertahan hingga puluhan tahun.

Berbeda dengan piano digital yang tergantung pada pemakaian dan juga komponennya untuk melihat seberapa lama piano tersebut bisa bertahan.

Terjawab sudah apa perbedaan piano akustik vs piano elektrik? Selain hal di atas, tentunya piano elektrik jauh lebih praktis dan juga murah dibandingkan dengan piano akustik.

5 Pemain Piano Klasik Terbaik Dunia yang Terkenal Sepanjang Sejarah

KelasMusik.Com – Menjadi seorang pemain piano klasik terbaik dunia tentu menjadi impian semua pianis. Sejak pertama kali alat musik piano ditemukan, yakni sekitar 500 tahun lalu, hingga saat ini sudah banyak sekali pianis handal yang dapat memainkan tuts piano dengan irama dan nada yang khas. Beberapa pianis yang akan diulas pada kesempatan kali ini adalah mereka yang berhasil mengembangkan bakat sehingga namanya terkenal bahkan tercatat di dunia musik sebagai seorang pianis terbaik sepanjang masa. Siapa sajakah mereka?

Franz Liszt

Tak hanya terkenal sebagai seorang pianis saja, Franz Liszt juga terkenal sebagai komposer serta guru musik terbaik di abad ke 19. Karya-karya Liszt di dunia musik sangat banyak hingga membuat namanya kian besar. Setidaknya terdapat sekitar 700 komposisi musik yang ia ciptakan. Tak hanya itu saja, Liszt juga memperkenalkan sebuah bentuk musik baru pada era Romantisisme. Tak heran apabila ia menjadi salah satu pianis terbesar sepanjang sejarah hingga saat ini.

Wolfgang Amadeus Mozart

Siapa yang tak pernah mendengar nama Mozart? Ya, pria yang memiliki nama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozard ini adalah seorang komponis sekaligus pemain piano klasik terbaik dunia. Ia merupakan salah satu komponis di zaman klasik Eropa yang namanya paling terkenal sepanjang sejarah.

Adapun karya-karya Mozart tak kurang dari 700 lagu, termasuk gubahannya yang telah diakui sebagai puncak musik simfoni, piano, opera, dan paduan suara. Apabila Anda suka mendengarkan lagu-lagu klasik, pasti sangat familiar dengan karya Mozart seperti Die Zauberflote dan opera Don Giovanni.

Mozart juga dikenal sebagai pianis paling genius karena telah mulai bermain piano saat berusia 3 tahun dan lihat menguasai alat musik ini pada usia 5 tahun. Bahkan dalam usia yang sangat muda, Mozart telah mengadakan sebuah konser dengan karya-karya yang dibuatnya.

Arturo Beneditti Michelangeli

Pria yang lahir di Brescia, Italia, ini merupakan salah satu pianis terbaik sepanjang abad ke 20. Arturo mulai menyukai musik dan belajar berbagai alat musik sejak berusia 3 tahun. Pada mulanya, alat musik yang dicintainya adalah biola hingga akhirnya ia tertarik memainkan piano karena menganggap bahwa piano dapat mengeluarkan nada-nada yang sangat emosional.

Pada usia 10 tahun, ia telah masuk ke Konservatorium Milan. 8 tahun setelahnya, Arturo Beneditti Michelangeli memulai karir internasionalnya dengan mengikuti ajang Internasional Ysaye di Belgia. Pada saat itu, ia mendapatkan posisi ke tujuh di antara pemusik hebat lainnya. Setahun kemudian, saat usianya menginjak 19 tahun, ia mendapatkan juara pertama di kompetisi musik internasional yang digelar di Jenewa. Dari sinilah kemudian namanya mulai dikenal dan menjadi salah satu pianis klasik terbaik.

Alfred Denis Cortot

Selain Arturo Benedetti Michelangeli, gelar sebagai pemain piano klasik terbaik dunia di abad ke 20 juga dipegang oleh Alfred Denis Cortot. Pria yang lahir di Nyon, Vaud, ini mulai dikenal sebagai seorang pianis handal karena rekaman permainan pianonya yang sangat menakjubkan dengan berbagai variasi dari komposer terkenal dunia seperti Liszt, Chopin, Brahms, dan lain sebagainya.

Salah satu ciri unik yang dimiliki oleh Alfred kala ia bermain piano klasik adalah variasi-variasi yang ia ciptakan sendiri yang menghasilkan nada unik dan istimewa. Dari sinilah kemudian namanya dikenal oleh dunia sebagai pemain piano klasik berbakat.

Walter Wilhelm Gieseking

Ia lahir di Lyon, Prancis, dalam sebuah keluarga dokter. Pertama kali Gieseking memainkan piano adalah saat ia berusia 4 tahun secara otodidak. Pada tahun 1911 hingga tahun 1916, ia memutuskan untuk belajar di Hanover Conservatory. Dari sinilah kemudian bakat musiknya semakin muncul.

Adapun penampilan pertama Gieseking kala bermain piano adalah pada tahun 1915. Penampilannya kala itu berhasil menghipnotis para penonton karena nada-nada piano yang ia ciptakan sangat merdu dan emosional. Kabarnya, Walter Wilhelm Gieseking tak pernah berlatih bermain piano. Ia hanya menghabiskan waktu untuk duduk dalam diam sembari memutar lagu di pikirannya. Namun semua hasil karya yang dihasilkan secara otodidak tersebut sangat fenomenal hingga saat ini.

Itu dia beberapa daftar pemain piano klasik terbaik dunia yang karyanya sangat terkenal dan berharga hingga saat ini.

 

Kata kunci pencarian:

pianis terkenal, pemain piano, pianis lagu pop dunia, pianis dunia, pianis terhebat sepanjang masa, piano klasik paling terkenal, 

Belajar Piano Dasar Untuk Pemula Dan Siswa Musik

KelasMusik.Com – Piano merupakan alat music melodis yang umum banyak diketahui oleh orang dewasa dan anak – anak. Cara memainkan alat music ini menggunakan jari jemari tangan yang di tekan – tekan hingga menghasilkan suara yang berfariasi.bunyi yang dihasilkan alat music ini terbilang unik, karena dawai atau senar yang dipukul oleh palu sehingga muncullah suara. Orang yang memainkannya biasa disebut pianis. Pada tahun 1720_an Bertolomeo Cristofori merupakan pencipta piano pada waktu itu ,akan tetapi dari berbagai sumber masih belum bisa memastikan bahwa ialah pencipta piano, masih banyak bermunculan nama-nama tokoh pencipta piano yang belum dipastikan bahwa dialah pencipta pertama alat music piano tersebut. Untuk kualitas piano pun sudah semakin bagus seiring bergantinya era saat ini, berbagai macam piano saat ini pun sudah banyak diproduksi,salah satunya adalah piano listrik. bahkan piano dengan budget jutaan maupun ratusan juta sudah ada saat ini, tentunya semakin mahal harga piano, semakin bagus pula kualitasnya.

 

  1. Piano Atau Keyboard

Langkah awal ini adalah memiliki alat music sendiri , supaya kita memiliki waktu belajar free, bisa kita lakukan dirumah ataupun bisa sharing dengan teman untuk memperluas pengalaman kita, yang paling penting kita memiliki niat yang sungguh – sungguh belajar piano dasar dengan baik dan benar. karena semakin banyak waktu untuk belajar, maka kesempatan untuk bisa memainkan piano pun akan lebih cepat.

 

  1. Nada Dan Tangga Nada

Untuk selanjutnya belajar piano dasar  yang harus anda ketahui adalah tentang tangga nada. Tangga nada yang terdiri dari Do Re Mi Fa So La Si ,nantinya tangga nada tersebut akan menadi patokan tuts nada yang akan kita mainkan pada alat music piano. Selebihnya jika kita sudah tau dengan tangga nada, kita dapat memainkan piano tanpa harus mendengarkan lagu atau music.

 

  1. Chord Atau Kunci

Cara selanjutnya bagi pemula dan siswa music adalah mengenal kunci/chord. Ini sangat berguna bagi anda semua yang belajar secara otodidak maupun secara bimbingan, karena tehnik ini merupakan tehnik inti dari belajar piano dasar. Penempatan jari jemari pada piano, hingga akhirnya menimbulkan bunyi yang selaras dengan nada.

 

  1. Berlatih Menggunakan Lagu Sederhana

Setelah berlatih dengan baik belajar piano dasar untuk selanjutnya anda bisa mencoba memainkannya dengan menggunakan lagu. Cukup dengan lagu yang memiliki tangga nada yang tidak terlalu rumit, sambil mengasah kemampuan anda, lakukan hal ini berulang ulang kali hingga akhirnya anda bisa hafal dengan alunan music dan cord lagu yang anda mainkan.

 

  1. Lakukan Tehnik Variasi Gerakan

Tehnik variasi ini bisa anda lakukan apabila anda sudah benar-benar mengusai chord nada serta gerakan jari jemari sesuai dengan nada. Ketika anda sudah sampai di fase ini, maka untuk tehnik belajar piano dasar andasudah sangat sempurna dan bisa anda kembangkan lebih lanjut. Mulai dari dasar pembelajara yang anda tempuh hingga menjadi seorang pianis yang terkenal juga melewati fase- fase tertentu, yang pastinya bakat seseorang belum bisa terlihat apabila belum di asah.

 

Baca juga:

3 Cara Merawat Piano Sendiri di Rumah

KelasMusik.Com – Cara merawat piano – Piano merupakan salah satu alat musik yang memiliki ukuran besar tetapi mampu menghasilkan suara yang sangat indah untuk Anda nikmati. Untuk membeli sebuah piano juga membutuhkan anggaran yang cukup besar, oleh karena itu Anda harus merawatnya dengan baik agar kualitas suara yang mampu dihasilkannya akan tetap terjaga dengan baik.

Secara umum, piano memiliki beberapa bagian dengan bahan yang berbeda. Pada piano terdapat banyak material seperti kayu, plastik, besi hingga tembaga. Perhatian khusus sangat diperlukan pada berbagai titik yang berbeda, karena akan sangat fatal jadinya apabila Anda salah dalam melakukan perawatan.

1. Perlunya Melakukan Tuning Piano

Mungkin bagi Anda, melakukan tuning piano merupakan hal yang remeh dan tidak perlu Anda lakukan. Padahal, tuning piano merupakan salah satu hal paling utama dalam cara merawat piano.

Sejak pertama saat Anda baru membeli piano, dawai masih memiliki jarak renggang yang belum tepat. Seiring Anda memainkannya, maka dawai akan mampu beradaptasi dan jarak renggang dari dawai akan berubah.

Saat jarak renggang dawai berubah, maka Anda perlu melakukan tuning pada piano yang dimiliki. Pada umumnya sejak tahun pertama pemakaian, Anda memerlukan setidaknya empat kali melakukan tuning.

Apabila Anda memiliki piano yang sudah lama tidak dituning, maka saat Anda memainkan akan terdengar nada kunci yang sedikit sumbang dan tidak tepat.

Anda juga tidak bisa memainkan kunci yang sama dengan instrumen lain dan akan sangat menggangu saat Anda akan memainkannya dengan instrumen lain. Dawai yang tidak pernah Anda tuning juga akan memiliki usia pakai yang sebentar , sehingga akan mempengaruhi dawai lainnya juga.

2. Memilih Lokasi Penyimpanan Piano yang Tepat

Piano membutuhkan tempat penyimpanan yang cukup luas. Oleh karena itulah, cara merawat piano berikutnya adalah Anda tidak boleh sembarangan dalam menempatkannya.

Selain karena bisa mengganggu orang lain, piano juga bisa dengan mudah terkena berbagai hal yang bisa merusak. Penempatan yang baik antara lain dengan memperhatikan suhu dari ruangan yang akan Anda gunakan.

Ruangan yang terlalu panas ataupun terlalu lembab akan sangat mempengaruhi dari suara yang akan dihasilkan oleh piano. Selain itu, kelembaban juga akan membuat kualitas dari kayu pada piano akan cepat menurun dan menyebabkan lapuk. Piano yang sudah lapuk akan sedikit mustahil untuk memperbaikinya.

3. Bersihkan Piano dengan Alat Khusus

Cara merawat piano yang berikutnya adalah dengan menggunakan kain lembut yang bisa Anda beli pada toko khusus alat musik. Lap yang cocok untuk Anda gunakan dalam membersihkan piano adalah lap dengan tekstur yang lembut dan tidak memiliki bulu. Usahakan agar tidak membersihkannya dengan kemoceng, karena debu akan bisa masuk ke dalam bagian-bagian kecil dari piano.

Selain itu untuk melindungi lapisan cat pada piano, maka Anda bisa menggunakan cairan semir khusus yang juga dijual pada toko alat musik. Cairan semir ini mampu untuk mengangkat debu yang menempel dan juga akan mencegah debu tersebut menempel kembali dalam waktu yang cukup lama.

Cairan semir ini sangatlah direkomendasikan untuk Anda gunakan saat tidak akan menggunakan piano dalam waktu yang cukup lama. Apabila Anda terlalu lama membiarkan piano Anda berdebu, maka warna dari piano Anda akan menjadi kotor bahkan bisa menjadi luntur. Teteskan cairan semir pada lap halus sedikit, lalu aplikasikan pada permukaan piano secara perlahan dan tidak terlalu ditekan. Selamat mencoba!

BACA JUGA :

Jenis-jenis Piano

Mending Belajar Biola Atau Piano Klasik?

Penasaran Apa Perbedaan Piano Akustik Vs Piano Elektrik?

7 Tips Dasar Bermain Piano

Chord Dasar Pada Piano

Jual Piano Bandung Berkualitas di Kelasmusik.com

KelasMusik.Com – Jual Piano Bandung—Piano menjadi salah satu jenis alat musik yang sangat populer di dunia. Alat musik ini bahkan sudah dikategorikan sebagai alat musik paling tua di dunia sehingga harganya pun mahal.

Sejarah Piano

Kali pertama piano diciptakan, suaranya tidaklah seperti sekarang ini. Pada saat itu, suara piano tidak sekeras piano yang bisa didengarkan saat ini karena pada saat itu tegangan tuts-nya tidak sekuat seperti piano sekarang. Saat ini, piano yang kali pertama dibuat tersebut masih tersimpan dengan baik di Metropolitan Museum of Art di New York Amerika Serikat.

Dalam perkembangannya sendiri, piano telah mengalami banyak perubahan termasuk pada jumlah tuts-nya. Sampai akhirnya kini piano memiliki jumlah tuts sebanyak 88 buah dengan jumlah oktaf sebanyak 5 oktaf.

Bagian-Bagian Piano

Secara umum, bagian-bagian piano terdiri dari tuts piano yang berwarna putih dan hitam, perbedaan keduanya hanya terletak pada posisinya saja. Selain itu ada pula martil piano yang berfungsi untuk memukul dawai. Sedangkan dawai sendiri berfungsi sebagai penghasil suara pada piano. Ada pula pedal piano yang berfungsi untuk mendekatkan jarak antara martil dan dawai sehingga menghasilkan bunyi tertentu. Serta tentunya ada bodi piano menjadi tempat dari seluruh bagian sebelumnya. Selain itu juga bodi piano memiliki fungsi untuk menghasilkan gema dari bunyi dawai yang dipukul oleh martil piano.

Tempat Membeli Piano

Karena harga piano cukup mahal, maka tidak semua toko alat musik menjual piano ini. Bahkan di Jakarta pun yang merupakan Ibukota tidak semua toko alat musik memiliki piano. Salah satu toko yang menjual piano malah terdapat di Bandung. Toko jual piano Bandung tersebut salah satunya adalah kelasmusik.com Bandung. Kelasmusik.com memang merupakan sebuah lembaga les musik, namun juga menjual berbagai alat musik, salah satunya tentu saja jual piano Bandung.

Kelasmusik.com sendiri saat ini memiliki dua jenis piano, yaitu piano dengan merek pearl river dan satunya adalah piano bermerek robertson. Ke dua jenis piano ini memiliki keunggulan masing-masing.

  • Piano Pearl River

Piano pearl river sudah sangat terkenal dikalangan para pianis karena piano satu ini sangat cocok baik itu untuk pemula ataupun untuk profesional. Desainnya sendiri sangat futuristik dan merupakan jenis piano upright sehingga ketika ditempatkan di rumah tidak akan memakan tempat terlalu banyak. Kelasmusik.com sendiri menjual piano pearl river berbahan kayu dengan warna coklat yang elegan. Walaupun kondisinya second, akan tetapi piano ini masih memiliki suara yang sangat tajam. Kelasmusik.com membanderol piano pearl river ini dengan harga 22 juta rupiah

  • Piano Robertson

Selain pearl river, kelasmusik.com juga memiliki piano robertson. Piano ini merupakan piano buatan Eropa. Karena buatan Eropa, maka warnanya pun sangat elegan dengan warna hitam glosy. Sama seperti pearl river, piano robertson ini juga bertipe upright sehingga tidak akan memakan tempat ketika diletakan di rumah. Walaupun kondisinya second namun kualitas suaranya tidak perlu diragukan karena masih sangat bulat seperti baru pertama dibeli. Kelasmusik.com membanderolnya dengan harga 17 juta rupiah.

Jika anda memang sedang mencari piano, maka tidak ada salahnya untuk segera meluncur menuju Jl. Cibadak No. 288, Cibadak, Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat. Di sana anda dapat mencoba ke dua piano tersebut secara langsung. Jikapun anda tertarik pada salah satunya atau bahkan keduanya, maka kelasmusik.com akan memberikan garansi selama 5 tahun dan juga stem gratis 1 kali. Selain itu, kelasmusik.com juga memberikan les privat piano gratis selama 4 kali pertemuan serta gratis biaya pengiriman piano.

Nah, oleh sebab itu jangan pernah ragu untuk membeli piano di kelasmusik.com karena kelasmusik.com menjadi satu-satunya tempat jual piano Bandung yang memberikan fasilitas gratis biaya kirim dan les privat piano untuk anda.

 

 

10 Fakta Tentang Piano yang Unik

KelasMusik.Com – 10 fakta tentang piano – Piano dinobatkan sebagai  alat musik paling tua yang ada di dunia. Banyak orang juga menyukai suara dari lantunan piano tersebut. Bahkan piano pun dinobatkan sebagai alat musik termahal di dunia dibandingkan dengan alat musik yang lainnya. Agar Anda semakin mengetahui lebih banyak tentang piano, simak 10 fakta tentang piano berikut ini :

 

  1. Alat Musik Instrumental

Piano tergolong sebagai alat musik instrumental. Piano itu sendiri terbuat dari instrumental yang diciptakan oleh Bartolomeo Cristofori. Piano mampu mengeluarkan suara dari getaran papan suara dan volumenya mampu diperkuat. Mau besar maupun kecil suara piano tersebut bisa diatur volumenya.

  1. Perubahan Masa

Tidak hanya bentuk saja yang mengalami perubahan, namun massa atau berat piano pun banyak berubah. Jika pada abad XIX dan juga abad XX tegangan senar ditetapkan sebesar 16 ton. Namun pada tahun 1862 tegangan senar tersebut berubah massanya menjadi 30 ton.

  1. Piano Elektrik

Zaman yang semakin berubah membuat piano memiliki banyak perubahan. Perubahan itu sangat terasa di tahun 1930 dimana piano berubah menjadi piano listrik. Piano ini mengusung metode digital sedangkan suaranya bisa didengar melalui amplifier maupun loudspeaker.

  1. Fitur Piano Listrik

Satu dari 10 fakta tentang piano yang paling membekas adalah hadirnya piano listrik. Dari segi mutu, piano listrik suaranya tidak jauh beda dengan piano biasa. Yang berbeda hanya terletak dari fitur nya saja. Memang piano listrik memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan dengan piano biasa. Fitur yang ada pada piano listrik diantaranya adalah terhubung dengan perangkat MIDI, terhubung dengan komputer, memiliki alat rekam, pengatur volume dan masih banyak lagi lainnya.

  1. Piano Mampu Masuk ke Seluruh Aliran Musik

Pernahkah Anda mendengar penyanyi tanpa musik instrumental?, tentu belum pernah. Namun pernahkah Anda mendengar musik instrumental tanpa penyanyi? tentu saja pernah. Itulah keunggulan piano. Sejak tahun 1830 setiap ada konser piano, selalu dipadati oleh penggemar musik. Itu tandanya banyak kalangan mengapresiasi instrumental musik piano.

  1. Piano dengan Komposisi Terpanjang

Komposisi piano paling panjang dipegang oleh Erik Satie. Judul dari komposisi tersebut adalah Vexations. Di dalam komposisi tersebut ada 180 not yang dibuat secara runtut oleh Erik Satie. Bahkan agar mampu membuat komposisi sesuai dengan keinginannya, Erik Satie harus mengulanginya sampai dengan 840 kali. Vexations dipentaskan pada tahun 1963 di New York.

  1. Piano Paling Mahal

Piano memang alat musik dengan harga paling mahal dibandingkan dengan alat musik yang lainnya. Namun piano dengan harga paling mahal dipegang oleh piano milik John Lennon vokalis The Beatles. Piano miliknya disimpan di Museum Liverpool dan dinobatkan sebagai piano paling mahal. Harga dari piano John Lennon sebesar 21 Miliar rupiah. Piano ini pun dianggap memiliki sejarah tinggi sebab bisa menciptakan lagu legendaris berjudul imagine. Selain legendaris, lagu ini pun begitu kontroversial kala itu.

  1. Mayoritas Pianis Wanita

Piano identik dengan wanita. Alunan instrumen piano yang merdu dan indah bisa muncul dari jemari wanita. Bahkan di negeri Paman Sam, 79% pianis adalah wanita dan usia mereka rata-rata 28 tahun.

  1. Pianis Berbakat di Indonesia

Indonesia sendiri memiliki seorang pianis berbakat namun masih muda. Pianis tersebut adalah Joey Alexander. Joey mampu menjadi wakil pianis jazz muda yang ada di Indonesia. Saking berbakat nya, Joey menjadi salah satu nominasi di ajang bergengsi Grammy Award 2016.

  1. Piano dan Dunia Perfilman

Piano tidak hanya terbatas pada dunia panggung musik saja, namun instrumen piano juga bisa mengiringi alunan musik latar belakang pada bidang perfilman. Anda bisa membayangkan bagaimana jika film yang Anda lihat tidak ada musik untuk mengiringi alur cerita dalam film itu.

 

 

Piano akan terus ada dan akan semakin diminati seiring dengan berjalannya waktu. Jika Anda ingin belajar piano, sebaiknya Anda tahu sejarah dan minimal Anda tahu 10 fakta tentang piano terlebih dahulu.