Apa saja sih perbedaan alat musik tiup saxophone dan trumpet? Inilah Dia Penjelasannya

KelasMusik.Com –  Alat musik woowind saxophone dan trumpet merupakan dua jenis alat musik yang sering dipakai secara bersamaan. Dan sudah tentu juga kedua alat musik ini tidak jarang dimainkan untuk acara-acara resmi dan wedding event. 

Trumpet merupakan alat musik yang mampu menghasilkan iringan nada semakin meriah dan indah. Ada beberapa orang yang gemar main trumpet. Di lain pihak banyak juga yang memainkan saxophone. Tak sedikit yang berpendapat kalau trumpet dan saxophone sama. Karena keduanya selain dimainkan dengan cara ditiup namun dari bentuknya juga mirip.

Ketika disandingkan dalam suatu event musik. Melodi kedua alat musik ini hampir terdengar sama. Sehingga saat digabungkan bunyinya sempurna. Padahal sesungguhnya tidak demikian.

Ada banyak perbedaan diantara keduanya. Apa saja sih perbedaan alat musik tiup saxophone dan trumpet? Berikut ini penjelasan dari kedua alat musik tiup tersebut akan dijabarkan sejelas mungkin.

  1. Bahan Yang Digunakan

Sebelum berbicara mengenai perbedaan dari bahan yang dipakai. Sebenarnya ada persamaan diantara keduanya. Contohnya bentuk memang mirip, begitu juga dengan bunyinya yang mempunyai kesamaan.

Lalu apa saja sih perbedaan alat musik tiup saxophone dan trumpet? Pembeda pertama berupa bahan yang dipakai. Alat musik terompet ada yang dari bahan silver dan ada juga dari bahan yang lain.

Hal itu berbeda jauh dengan saxophone. Bahan saxophone terbuat dari kuningan. Yang mana harganya lebih mahal daripada bahan trumpet. Dari keduanya tentu berbeda dari jenis bahannya.

  1. Genre Musik

Keduanya mempunyai kesamaan sebagai alat musik tiup. Tetapi berbeda dalam hal genre musik. Trumpet lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan musik klasik. Karena dari hasil nada yang ditiupkan begitu indah, meliuk dan menenangkan, membentuk irama teratur.

Maka alat tersebut lebih mengarah pada ciri khas musik klasik serta jazz. Itu memang benar adanya sampai saat ini trumpet dipakai untuk acara musik bergenre keduanya.

Kalau saxophone cenderung memiliki genre khusus berupa jazz. Itu karena saat dimainkan alunan melodi yang terbentuk memang dikhususkan sebagai jazz.

Meskipun alirannya jazz tapi sering tampil dalam acara marching band, band militer. Saxophone ternyata tidak sekedar format acara resmi saja. Tetapi lebih dari itu kegiatan yang bersifat meriah turut disemarakkan oleh alat musik ini.

  1. Cara Memainkannya

Selain dua hal tersebut perbedaan alat musik tiup saxophone dan trumpet yang lainnya adalah dari sisi penggunaannya. Alat musik trumpet umumnya ditiup dengan menekan tombol dan sudah tentu diperlukan pernapasan dan teknik meniup yang tepat. biasanya dimainkan ketika acara yang lebih casual. Hal tersebut sangat berbeda dengan saxophone.

Pemain saxophone sering tampil meniupkan nada indahnya dalam setiap acara resmi. Ketika memainkan saxophone, Anda akan dibantu dengan alat bernama mouthpiece dan reed. Kalau terompet alat bantunya berupa mouthpiece. Sekarang Anda tinggal pilih mau memainkan yang mana.

  1. Jenis saxophone dan trumpet

Seperti yang dijelaskan sebelumnya saxophone bahan dasarnya kuningan. Tetapi kategorinya masuk dalam instrumen woodwind. Karena ada corong buluh tunggal. Susunan saxophone umumnya berisikan tabung dengan bentuk kerucut. Dengan keistimewaan bagian ujung memiliki desain layaknya bel.

Alat musik ini terdiri dari 20 tombol nada diikuti dengan aneka ukuran pada seluruh tabung.  Dan untuk jenisnya ada saxophone alto, tenor, soprano, bariton. Dan uniknya alat musik saxophone ada baby saxophone dengan bentuk yang mungil. 

Beda cerita dengan trumpet yang memiliki bentuk lonjong cenderung bulat dan memiliki 3 bagian tombol untuk memainkan nada. Suara indah akan dihasilkan dengan melakukan tiupan ke dalam corong. Yang mana dengungannya terasa sampai ke kolom udara.

Trumpet itu mempunyai jenis banyak seperti terompet Bb, C, D, Eb, E, F, G.  Tetapi ada salah satu tipe yang umum dipakai yakni B flat. Alat musik tiup trumpet hanya memiliki tiga tombol, dan pemain trompet harus menyesuaikan embouchure untuk mendapatkan nada yang berbeda.

Trumpet C paling umum dipakai dalam orkestra Amerika, dengan bentuknya yang lebih kecil memberikan suara yang lebih cerah, dan hidup dibandingkan dengan trumpet Bb.

7 Tips Rajin Berlatih Musik Dijamin Berhasil

KelasMusik.Com – Ahli dalam musik merupakan hal yang didambakan banyak orang. Namun keahlian dalam bermusik bukanlah hal yang instan, harus melalui banyak proses latihan. Dalam proses berlatih sering kali menemui banyak permasalahan.

Masalah dalam berlatih musik tentu banyak hal. Mulai dari alat musik yang kurang memadai , tidak ada mentor, tidak sempat berlatih musik (time managament yang buruk), bahkan malas berlatih. Masalah tersebut perlu ditangani untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain musik.

Terutama dalam mengalahkan kemalasan bermain musik perlu dilawan. Tentu hal ini susah-susah gampang, akan menjadi sulit jika tidak mengetahui caranya. Lebih berbahayanya ketika kita malas berlatih musik, akhirnya kita kehilangan motivasi dalam belajar / bermain musik.

Berikut 7 tips rajin berlatih musik ala kelas musik :

  1. Buka Case Instrument Anda (buka tempat alat musik anda)

Cara yang pertama adalah dengan membuka tempat alat musik kita. Sering kali kita malas , bahkan membukanya case dengan posisi tertutup pun kita malas. Oleh karena itu dengan membuka case alat musik kita akan membantu kita lebih mudah untuk berlatih musik. 

Kita dapat menempatkan alat musik kita tetap dalam case namun dalam keadaan terbuka. Penempatan alat musik juga bisa kita tempatkan pada stand alat musik apabila kita mempunyai standnya. Misalkan gitar kita tempatkan pada stand yang berdiri atau pun biola yang ditempatkan pada dalam case yang terbuka.

Ketika alat musik terlihat , kita akan lebih mudah untuk mengambilnya dan rajin memainkannya. 

2. Tempatkan Alat Musik di Tempat Favoritmu

Penempatan alat musik tentu juga hal yang penting, karena apabila kita menempatkan instrument kita di tempat yang jarang kita gunakan akan menambah rasa malas.

Apabila kita menyukai singgah di ruang tamu, kita bisa menempatkan instrument kita pada ruang tamu dan apabila kita suka diam di kamar tidur, kita bisa tempatkan instrument di kamar tidur dengan posisi yang aman.

3. Tentukan Waktu Terbaikmu

Setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing. Tentu dalam menentukan waktu dalam berlatih sangatlah flexible menyesuaikan dengan keadaan tiap pribadi.

Misalnya kita seorang pekerja yang sibuk di siang hari hingga malam hari. Maka waktu terbaik untuk berlatih adalah pagi hari di saat mood masih baik. Apabila kita seorang pelajar yang sibuk di pagi hingga siang hari. Tentu waktu terbaiknya di sore ataupun malam hari.

Hal ini sangat flexibel mengikuti keadaan kita setiap harinya. Kita hanya perlu melihat jadwal harian dan menentukan kapan kita berlatih. Tentukan waktu terbaikmu dalam berlatih musik.

 

4. Buat Challenge Untuk Diri Sendiri

Tantangan merupakan pemacu diri yang cukup efektif, dengan adanya tantangan kita dapat mengembangkan diri lebih dari sebelumnya. Lalu kita berkata “tidak ada tantangan bagi saya dari luar sana”. Kita tidak selalu hanya melihat tantangan dari luar, namun kita bisa  membuat tantangan / challenge untuk diri kita sendiri.

Misal kita menantang diri kita dengan membuat Challenge for 30 days atau untuk 15 hari jika terlalu lama. Waktunya bisa bebas tergantung kita yang menetapkan.

Untuk pemain instrument tiup seperti saxophone, flute, clarinet, recorder misalnya membuat challenge meniup long note dengan tangga nada selama 15 menit setiap harinya selama 30 hari berturut-turut.

Pemain piano bisa melakukan pemanasan latihan tangga nada , arpeggio, bahkan etude misalnya selama 30 menit setiap harinya selama 30 hari berturut-turut. 

Kemudian tandai di smartphone kalian atau tuliskan di kertas tentang progress challenge yang dilakukan.

5. Beri Reward Untuk Dirimu

Penghargaan bagi diri sendiri juga penting , untuk dirimu yang sudah berjuang untuk melakukan latihan dan mengikuti challenge yang dibuat. Kita bisa memberi penghargaan untuk diri sendiri ketika kita menyelesaikan tantangan latihan secara sempurna. 

Misalnya  di akhir tantangan hari ke 30, kita memberi diri kita makanan yang super lezat yang jarang kita beli. Dapat juga kita membelikan diri kita baju yang kita taksir, atau membeli senar untuk biola kita agar semakin semangat latihannya.

Lakukan pemberian reward / penghargaan bagi diri sendiri ketika kita mencapai target kita. Hal ini akan menjadi penyemangat kita dalam berlatih musik. 

6. Mengikuti Kursus Musik di Kelas Musik

Tips ke enam adalah mengikuti kursus musik di kelas musik. Mengikuti kursus musik di kelas musik akan membantu kita dalam meningkatkan kerajinan dalam berlatih musik.

Kita akan dibantu oleh guru-guru musik yang profesional dan berpengalaman dalam bidangnya masing-masing sehingga pembelajaran kita tidak stuck. 

Guru Kelas Musik akan membantu kita dalam proses penambahan ilmu, bahkan menjawab pertanyaan seputar masalah dalam ilmu musik dan berlatih musik.

Dengan mengikuti kursus musik di kelas musik berarti kita akan lebih berkomitmen dalam berlatih musik. Karena dengan mengikuti kursus musik kita akan membayar komitmen dalam bermusik.

sarah chang bermain biola - keuntungan bermain musik

7. Cari Idola di Instrument Kamu

Tips yang terakhir adalah mencari idola di instrument kamu.

Jika kita seorang yang sedang belajar biola , kita bisa mencari pemain biola yang kita sukai permainannya seperti Iskandar Widjaja , Vanessa Mae, TwoSet Violin, dsb. Musisi lainnya jika sedang belajar saxophone seperti saxophonist Dave Koz, Kenny G, Nicky Manuputty, dan musisi besar lainnya.

Idola ini akan menjadi patokan kita ketika kita berlatih musik sehingga ada perbandingan kita sudah sampai mana dalam berlatih. 

Itu dia 7 Tips Rajin Berlatih ala Kelas Musik. Semoga bermanfaat 🙂

 

Samuel Adinugraha

 

Pernapasan yang Benar Memainkan Alat Musik Tiup

KelasMusik.Com – Musik merupakan salah satu komponen yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Hampir setiap hari, orang akan selalu melibatkan musik. Entah itu dalam rumah, kantor, atau dalam perjalanan sekalipun. Berbagai jenis alat musik juga tersedia untuk memberikan harmoni yang sesuai dengan keinginan Anda.

Tersedia mulai dari alat musik gesek seperti biola, viola hingga alat musik tipu seperti seruling dan saxophone. Dalam memainkannya tentu juga memiliki tata cara yang berbeda. Seperti halnya dalam saxophone, selain mengatur teknis ketukan yang benar juga perlu pernapasan yang benar dalam memainkan alat musik tiup tersebut.

Tata Cara Mengatur Pernapasan dalam Bermain Alat Musik Tiup

  1. Menggunakan pernapasan diafragmatis

Seperti yang Anda tahu bahwa pernapasan terdiri dari tiga jenis yakni pernapasan dada, pernapasan perut dan pernapasan diafragma. Namun yang paling cocok untuk  pernapasan yang benar memainkan alat musik tiup adalah pernapasan diafragma. Seperti halnya bernyanyi, untuk memainkan alat musik tiup sebaiknya menggunakan pernapasan diafragma. Pernapasan diafragma dianjurkan karena adanya volume udara yang kuat dan lebih besar dibandingkan pernapasan menggunakan paru-paru

Selain itu, dengan menggunakan pernapasan diafragma juga akan menentukan hasil produksi suara. Dan yang terpenting, kemampuan yang dikeluarkan juga akan lebih sempurna tentunya juga harus menggunakan teknik serta atude yang benar dalam memainkan alat musik tiup.

  1. Teknik menghirup udara

Anda juga perlu memperhatikan cara menghirup udara ketika bermain alat musik tiup. Hiruplah udara dengan hidung. Bersamaan dengan menghirup udara, rasakan aliran udara yang ada melalui paru-paru yang mengalir menuju diafragma atau sekat dalam rongga perut. Selain itu, rasakan juga otot yang terasa mengembang di daerah perut (sekat rongga badan; rusuk bawah)

  1. Cara menghembuskan udara

Menghembuskan napas atau udara juga merupakan tata cara pernapasan yang benar memainkan alat musik tiup. Caranya ialah dengan menghembuskan udara meulalu mulut. Rasakan aliran udara serta adanya pengempisan otot di bagian perut yang terjadi secara perlahan. Setelah Anda memahami proses pengembusan napas lanjut dengan kontrol napas.

  1. Kontrol Pernapasan

Pengontrolan pernapsan dapat dilakukan dengan menekan sisi pinggang menggunakan ibu jari yang melingkar di bagian depan perut. Sedangkan empat jari lainnya Anda letakkan di bagian belakang pinggang. Sambil pinggang ditekan, bungkukkan badan Anda hingga membentuk sudut siku-siku atau 90 derajat.

Setelah itu, tarik kembali pernapasan dengan cara diafragmatis serta dengan menggunakan teknis menghirup udara serta menghembuskan udara yang tepat. Rasakan pula pengembangan otot di bagian perut Anda. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah dalam melakukan pengontrol pernapasan.

Pengembangan perut dan napas akan lebih terlatih ketika sedang memainkan alat musik tiup seperti saxophone atau seruling. Latihan kontrol pernapasan ini juga bisa digunakan untuk bernyanyi menggunakan pernapasan diafragmatis. Dengan demikian, Anda tidak kehabisan napas atau susah mengatur napas ketika sedang bermain alat musik atau bernyanyi.

  1. Lakukan dengan cermat

Proses kontrol pernapasan dengan cara membungkuk perlu dilakukan dengan berulang-ulang hingga Anda ahli dan terbiasa. Setelahnya Anda bisa melanjutkan latihan pernapasan menggunakan posisi biasa atau badan tegak. Lakukan latihan dengan tekun, kalau bisa sebelum Anda memainkan alat musik tiup.

Teknik pernapasan yang benar memainkan alat musik tiup ini perlu dilakukan dengan cermat. Proses pengontrolan pernapasan harus dilakukan dengan detail dan hati-hati. Karena apabila salah dalam pengambilan langkah tentu bisa mengakibatkan hal yang fatal bagi pengguna alat musik tiup. Tentu Anda tidak ingin hal it terjadi bukan?

Inilah Cara Meniup Terompet Untuk Pemula Yang Mudah Dipelajari

KelasMusik.Com – Cara meniup terompet untuk pemula tentunya berbeda dengan cara meniup terompet pemain profesional. Hal ini dikarenakan cara membunyikan terompet tidak bisa asal tiup saja. Jika hanya asal tiup saja, maka tidak akan didapatkan harmonisasi nada yang indah atau bahkan terompet tersebut tidak akan berbunyi sama sekali. Ada teknik khusus ketika memainkan alat musik tiup, termasuk terompet. Lantas bagaimana cara meniup terompet untuk pemula? Berikut adalah tahapan-tahapannya.

Lakukan Pemanasan

Jika anda adalah seorang yang benar-benar pemula, ada baiknya anda melakukan pemanasan dengan menggunakan sedotan terlebih dahulu. Caranya adalah letakan sedotan gelas air mineral pada bibir anda. Bibir haruslah dalam keadaan rapat. Selanjutnya bernafaslah melalui sedotan tersebut. Masih menggunakan sedotan, selanjutnya letakan mouthpiece pada bibir anda. Jika teknik meniup sudah benar, maka mouthpice tersebut akan mengeluarkan suara. Jika sudah dapat mengeluarkan suara, anda dapat memasang mouthpiece tersebut kembali pada bodi terompet.

 

Jika sudah dapat membunyikan terompet, maka lakukan langkah pemanasan selanjutnya. Lakukan pemanasan dengan olah nafas dan bibir fleksibel. Tarik nafas sedikitnya dalam 4 hitungan, lalu keluarkan kembali dalam 4 hitungan. Jika sudah terbiasa selanjutnya naik menjadi 8 hitungan dan keluarkan dalam 4 hitungan. Cara melakukan fleksibel bibir adalah dengan merapatkan bibir atas dan bawah kemudian menggetarkannya hingga terdengar bunyi.

 

Pemasan ini berfungsi untuk membuat paru-paru, tenggorokan, diafragma dan juga bibir menjadi lebih fleksibel. Selain itu juga jangan lupa lakukan pemanasan untuk jari-jari tangan agar lebih lentur ketika menekan lubang-lubang terompet.

 

Bernafas Melalui Hidung

Cara meniup terompet untuk pemula, akan lebih mudah jika bernafas melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut.

 

Letakan Mouthpieces Di Tengah Bibir

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, biasakan untuk meletakan mouthpieces di tengah-tengah bibir. Jika anda adalah seorang yang menggunakan kawat gigi, maka biasanya mouthpieces diletakan lebih tinggi ataupun lebih rendah dari posisi biasanya.

Berhenti Merokok

Lebih baik untuk berhenti merokok ataupun tidak merokok sama sekali jika ingin menguasai alat musik satu ini. Hal tersebut dikarenakan dalam bermain terompet dibutuhkan nafas yang panjang dan juga kuat. Umumnya perokok memiliki nafas yang lebih pendek dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

 

Kenali Nada

Ketika meniup terompet, seorang pemula juga haruslah mengenali nada yang digunakan. Yang pertama harus dikenali adalah letak nada-nada dasar. Tinggi rendahnya sebuah nada juga mutlak harus diketahui ketika memainkan terompet. Semakin tinggi sebuah nada, maka semakin menipiskan bibir ketika meniupnya. Jadi, tinggi dan rendahnya nada yang dihasilkan terompet disesuaikan dengan gerakan bibir peniupnya.

 

Halus dan Kerasnya Suara

Cara selanjutnya yang digunakan dalam meniup terompet bagi pemula adalah harus mengenali halus dan kerasnya suara yang dihasilkan atau yang disebut dengan dinamika. Ada 3 cara dalam tiupan terompet untuk memainkan dinamika, yaitu

  • Smooth

Untuk menghasilkan suara yang smooth, maka tiuplah terompet dengan pelan sekali dan sehalus mungkin. Caranya adalah keluarkan udara pada saat meniup trerompet sekecil mungkin.

  • Mezzo Forte

Untuk menghasilkan meso forte, maka tiuplah terompet dengan sedang. Caranya adalah keluarkan udara yang sedang.

  • Forte

Forte adalah meniup keras, caranya adalah keluarkan udara dengan maksimal.

 

Nah itulah berbagai cara meniup terompet untuk pemula yang dapat dipraktekan dengan sangat mudah. Ada baiknya untuk memiliki terompet sendiri agar lebih cepat mahir. Semoga bermanfaat.

Kata kunci pencarian:

Cara meniup terompet, kunci terompet reog, kunci not terompet reog, Cara meniup terompet dengan benar, kunci nada terompet sunda, Belajar tarompet sunda, cara memainkan terompt, Tutorial terompet sunda, cara memainkan terompet reog, bikin trompet jaranan,