Mengenal Jenis-Jenis dan Harga Piano Akustik Termurah

KelasMusik.Com – Salah satu alat musik legendaris yang masih digemari oleh berbagai kalangan yakni piano akustik. Dengan kualitas suaranya yang khas menjadikan piano akustik sering digunakan sebagai salah satu instrumen penting dalam suatu komposisi lagu. Di bawah ini merupakan jenis-jenis piano akustik yang ada dan sering digunakan oleh para pianis.

Pada dasarnya piano akustik terbagi menjadi dua jenis yaitu yang piano horizontal dan vertikal. Berikut tipe-tipe piano yang menjadi variasi akustiknya.

 

Jenis-jenis piano akustik

Piano horizontal (grand piano)

Seperti namanya, jenis piano yang satu ini disebut sebagai piano akustik horizontal karena senar yang terdapat di dalamnya diletakkan secara horizontal. Senar tersebut terlihat memanjang dari bagian depan ke arah belakang piano.

Ciri khas piano horizontal adalah memiliki ukuran yang relatif besar dengan desain yang elegan. Selain itu keindahan suaranya memiliki efek psikologikal yang dihasilkan dari karakteristik kunci yang sangat responsif. Dengan komposisi ini membuat piano horizontal terkesan lebih mahal. Adapun grand piano sendiri memiliki 6 tipe:

  • Convert grand: termasuk jenis grand piano terbesar dari semua tipe yang ada dengan ukuran kurang lebih 275 cm.
  • Semiconcert grand: ukurannya hampir menyerupai convert grand dengan kisaran ukuran antara 187 – 213 cm.
  • Parlor grand: piano akustik yang satu ini didesain dengan ukuran 175 – 185 cm yang cocok untuk ditempatkan di ruang tamu.
  • Medium grand: ukurannya dibawah parlor grand yaitu sekitar 170 cm.
  • Baby grand: ukuran fisik yang dimiliki antara 150 – 167 cm. Baby grand merupakan salah satu piano akustik jenis horizontal yang sangat banyak diminati.
  • Petite grand: dibandingkan piano horizontal di atas tipe yang satu ini memiliki ukuran paling kecil, hanya sekitar 130 – 150 cm. Meskipun begitu kualitas suaranya tidak kalah dari tipe lainnya.

Piano vertikal (upright piano)

Secara umum tipe-tipe piano vertikal cenderung berukuran lebih kecil dari grand piano. Peletakan senarnya pun juga berbeda, dimana piano vertikal ini senarnya diatur memanjang ke bagian atas piano. Pemasangan senar semacam ini tidak membutuhkan ruang yang lebih besar, oleh karenanya upright piano terkesan minimalis. Sedangkan untuk variasinya sendiri tipe-tipe piano vertikal dibagi menjadi 4 sebagai berikut.

  • Piano upright: dari semua tipe piano vertikal yang ada, piano upright merupakan jenis yang terbesar. ukurannya sekitar 127 – 153 cm untuk tingginya dan 147 cm untuk lebarnya. Keunggulan dari piano ini adalah mampu menghasilkan suara yang unik meskipun telah berumur tua.
  • Piano studio: ukuran tingginya berada di antara 114 – 121 cm serta dengan lebar kurang lebih 147 cm. Piano ini memiliki sound board dan string yang relatif besar. Sering juga dipakai untuk kursus di sekolah atau studio musik.
  • Piano console: ukurannya agak kecil dengan tingginya mencapai 101 – 104 cm serta lebar 147 cm. Piano console sendiri memiliki beragam jenis varian style dan desain untuk menyesuaikan kebutuhan furniture rumah.
  • Piano spinet: merupakan piano vertikal dengan ukuran paling kecil, itu 90 sampai 96 cm untuk tingginya dan 147 cm untuk lebarnya. Piano tipe ini sering dimanfaatkan untuk mengisi ruang yang terbatas. Sayangnya kualitas suara yang dihasilkan tidak lebih bervariatif dari tipe lainnya.

Rekomendasi piano akustik termurah

Jika Anda berminat untuk membeli piano akustik, mungkin akan kesulitan apabila harus mengumpulkan dana yang banyak mengingat harga piano akustik sendiri terkenal mahal. Meskipun begitu, anda tetap bisa membeli piano akustik dengan harga yang terjangkau.

Daftar harga piano akustik murah dan terjangkau

Piano Akustik

Estimasi Harga

Yamaha JU 109 PE Upright Piano

Rp31.920.000

Yamaha JU 109 PW Upright Piano

Rp49.500.000

Yamaha JX113 TPE Upright Piano

Rp55.000.000

Yamaha JX113 CPPM Upright Piano

Rp57.000.000

Yamaha U1J PE Upright Piano

Rp72.000.000

Yamaha U1J PM Upright Piano

Rp82.500.000

Kawai UM21 Black

Rp41.000.000

Kawai UM21 White

Rp56.000.000

Kawai K200 Black

Rp58.500.000

Kawai K200 White

Rp60.500.000

Kawai K2 Red

Rp37.850.000

Kawai K2 Pink

Rp47.200.000

Kawai K300 Black

Rp63.000.000

Kawai K300 White

Rp68.500.000

Kawai K200 Black

Rp58.500.000

Kawai K200 White

Rp60.500.000

Kawai K2 Red

Rp37.850.000

Kawai K2 Pink

Rp47.200.000

Kawai K300 Black

Rp63.000.000

Kawai K300 White

Rp68.500.000

K Clara A-50

Rp34.000.000

K Clara A-52

Rp37.000.000

K Clara A-123C

Rp41.500.000

K Clara A-122D

Rp43.900.000

K Clara AC-122D

Rp39.000.000

K Clara 125B

Rp43.900.000

K Clara A125L

Rp43.900.000

K Clara K126B

Rp43.900.000

K Clara K125B

Rp41.500.000

K Clara A5B

Rp41.000.000

K Clara K123W

Rp41.000.000

 

Demikian daftar piano akustik dari beberapa merek yang bisa kamu dapatkan dengan harga terjangkau. Harga di atas bisa berubah sewaktu-waktu seiring dengan siklus pasar. Meskipun begitu naik turunnya tidak akan memiliki selisih yang cukup signifikan dari harga di atas.

 

Manakah Lebih Bagus, Belajar Piano Klasik atau Piano POP untuk Perkembangan Otak Anak?

KelasMusik.Com Piano menjadi instrumen musik yang kian digemari oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Alunan merdu dengan teknik permainan yang membutuhkan konsentrasi membuat piano sangat cocok untuk menjadi sarana belajar sekaligus pembentukan otak pada anak.

Genre piano sendiri terdiri dari beberapa jenis, dua diantaranya adalah piano klasik dan piano pop. Dari kedua jenis ini manakah yang lebih baik belajar piano klasik atau piano pop untuk perkembangan otak anak.

Secara umum, baik piano klasik atau pop masing-masing memiliki kelebihan tersendiri. Keduanya memberikan gaya instrumental yang berbeda namun sama-sama dibutuhkan bagi perkembangan otak anak.

  1. Karakteristik piano klasik

Manakah yang lebih tepat untuk pemula belajar piano klasik atau piano pop. Banyak yang menyarankan agar pembelajaran piano klasik pada anak lebih diprioritaskan sejak awal. Hal ini tidak lepas dari karakteristik piano klasik yang memang sesuai untuk tahap yang masih pemula. Adapun beberapa ciri piano klasik sebagai berikut.

  • Teknik permainan lebih bervariatif
  • Memiliki progresi akor yang unik
  • Tipe not balok sangat beragam
  • Butuh ketelitian saat belajar

Dalam piano klasik anak diharuskan untuk belajar secara tekun dan disiplin. Dengan banyaknya bagian-bagian penting yang harus dikuasai, mungkin proses belajar piano klasik ini akan sedikit lebih rumit dan sulit.

Meskipun demikian bukan berarti anak akan kesulitan menguasai piano klasik. Seusia anak adalah masa dimana proses belajar dan daya tangkapnya sangat cepat, artinya mereka juga mampu menguasai teknik piano klasik meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, tergantung intensitas belajarnya.

  1. Karakteristik piano POP

Piano bergenre pop sering dianggap sebagai teknik yang relatif lebih mudah dipahami ketimbang piano klasik. Hal ini membuat masyarakat cenderung memilih belajar piano pop ketika masih pemula. Ciri-ciri piano pop sendiri beberapa diantaranya sebagai berikut.

  • Gaya permainan lebih umum
  • Teknik tidak lebih rumit dari piano klasik
  • Tidak terpaku pada not balok
  • Mudah dipahami oleh berbagai kalangan

Jika Anda memilih untuk memberikan bimbingan tentang cara belajar piano yang mudah bagi anak, piano pop akan menjadi referensi yang tepat. Sebab pola permainan yang ada lebih familiar dan sering dimainkan di masa sekarang. Dengan begitu, alur instrumental dalam permainan piano pop pun juga akan lebih mudah ditangkap oleh anak.

Dari masing-masing karakteristik di atas belajar piano klasik atau piano pop seusia anak sebenarnya membutuhkan pendidikan piano dari kedua genre sekaligus. Hal ini menyesuaikan dengan pola pikir yang tengah berkembang pada anak.

  1. Antara piano klasik dan pop, manakah yang lebih baik untuk anak?

Jika mempelajari piano klasik, otak anak akan berkembang lebih luas. Hal ini disebabkan karena teknik belajar piano klasik memerlukan kejelian ketika membaca rumus not balok yang cukup rumit dengan teknik yang relatif beragam.

Sayangnya jika hanya mempelajari piano klasik, otak anak akan sulit menyesuaikan pola permainan musik modern yang selalu menggunakan inovasi baru dalam dunia musik. Anak juga akan sulit memainkan piano tanpa partiturnya.

Sebaliknya, dengan mempelajari piano pop otak anak akan lebih cepat terbentuk. Bahkan tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk menguasai piano pop. Hal ini disebabkan karena piano pop tidak terpacu pada not balok, teknik yang ada juga tidak serumit piano klasik.

Setiap keterampilan yang akan dimiliki anak tidak akan seluas piano klasik. Anak akan kesulitan di akademis musik, terutama jika diharuskan untuk memainkan piano dengan not balok.

Jika diharuskan untuk merekomendasikan piano mana yang lebih baik untuk proses belajar sekaligus perkembangan otak pada anak. Mungkin Anda harus menggunakan keduanya namun dalam rentang waktu yang berbeda.

Sebelum anak berusia 12 tahun, berikan pelatihan piano klasik untuknya. Baru setelah menginjak usia tersebut Anda bisa memberikan bimbingan untuk belajar piano pop. Kedua pilihan ini penting untuk membentuk karir piano yang matang bagi anak setelah beberapa tahun belajar.

Jadi sudah ada gambaran ya untuk menentukan manakah yang lebih tepat diberikan kepada anak apakah belajar piano klasik atau piano pop.

BACA JUGA :

Mending Belajar Biola Atau Piano Klasik?

Penasaran Apa Perbedaan Piano Akustik Vs Piano Elektrik?

Belajar Piano Dasar Untuk Pemula Dan Siswa Musik

3 Cara Merawat Piano Sendiri di Rumah

7 Tips Dasar Bermain Piano